Komunitas Gay Semarang Kecam Fatwa Hukum Mati Homoseksual

 

SEMARANG – Seruan Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang kemungkinan hukuman mati bagi para kaum homoseksual dinilai terlalu mengada-ada. Komunitas gay Semarang menyebut bahwa fatwa tersebut berlebihan dan melanggar hak asasi manusia (HAM).

Dalam tulisan yang dimuat gaystarnews.com, MUI mengeluarkan fatwa yang menyerukan berbagai hukuman, dari cambuk hingga hukuman mati, untuk para kaum homoseksual pada 3 Maret 2015 silam. Hasanuddin A.F., Ketua Komisi Fatwa MUI menyebut bahwa penyimpangan seksual seperti gay dan lesbi adalah kejahatan keji dan dosa besar, sehingga dapat dihukum dengan hukuman mati.

Menanggapi fatwa tersebut, aktivis gay Semarang, Ignatius YYP meminta agar MUI harus melakukan kajian lagi. Menurutnya, fatwa itu tidak bisa hanya berlandaskan agama.

“Hukum pidana Indonesia saja tidak melarang homoseksual. Saya menentang keras, tidak semua kaum gay itu negatif,” ucap pria yang biasa disapa Bang Yos itu melalui BlackBerry massanger miliknya, Selasa (17/3).

Menurutnya dia, tidak ada tindakan kaum gay yang merugikan orang lain. Seperti yang selama ini ia kerjakan bersama Semarang GAYa Community (SGC). Ia selalu berusaha membuat berbagai kegiatan yang bersifat positif, seperti sosialisasi HIV dan kegiatan sosial. “Gay itu pilihan, tidak ada paksaan,” imbuhnya.

Bahkan, hingga saat ini, ia juga tak henti-hentinya mengajak para kaum gay Semarang untuk lebih terbuka sehingga jauh akan hal-hal yang bersifat negatif. “Jangan takut, kalian tidak sendiri,” tutur Ketua SGC ini. (yas)

You might also like

Comments are closed.