Kondisi Ana Amelia Makin Membaik Sejak Dipijit Pakai Air Kembang

METROSEMARANG.COM – Rasa putus asa sempat menghampiri kedua orang tua Ana Amelia (9), yakni Tukiran (39) dan Indah Cahyani (37). Pasalnya,  bocah yang masih duduk di kelas 3 SDN 2 Mangkang Wetan tersebut tak kunjung memperlihatkan perkembangan meski perawatan medis sudah dilakukan baik di RSUD Tugurejo selama 5 hari dan RS Kariadi selama 11 hari.

Namun, keadaan berubah saat Ana didatangi seorang perempuan yang mengaku bisa mengobati secara alternatif. Tukiran menceritakan, awalnya ada dua pemuda yang datang melihat kondisi Ana di rumahnya. Setelah itu, datanglah perempuan itu keesokan harinya.

Ana Amelia Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad
Ana Amelia
Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad

“Namanya Ninik, katanya itu ibu dari salah satu dua anak yang survei ke sini. Katanya anak itu kasihan melihat kondisi anak saya,” kata Tukiran kepada metrosemarang.com, Minggu (1/5).

Tukiran pun sempat bertanya kepada dua anak tersebut mengenai dari mana mereka mendapat kabar perihal kondisi anaknya. “Mereka bilang kalau melihat kondisi Ana dari media sosial, mereka kemudian survei untuk memastikan, barulah ia meminta ibunya (Ninik) untuk membantu pengobatan,” ceritanya.

Ibunda Ana, Indah Cahyani pun menceritakan ia didatangi Ninik dengan sukarela tanpa meminta biaya pengganti pengobatan. Dengan menggunakan kembang melati dan air di sebuah gentong, buah hatinya dipijat dan dilatih berjalan.

“Katanya tulang di pundaknya putus, terus disambung lagi. Tulang pinggangnya naik sama tulang iga bagian belakang ada yang menonjol satu,” terangnya.

Sejak mendapat terapi dari Ninik selama hampir 5 hari, Ana akhirnya bisa menunjukkan perubahan yang awalnya lumpuh total, kini bisa berjalan. Saat metrosemarang.com datang ke rumahnya, tangan Ana yang sudah bisa bergerak pun sibuk bermain HP. Sambil ngemil buah duku yang ia kupas sendiri, ia nampak bahagia karena sudah mulai sehat.

“Alhamdulillah kondisinya sudah berangsur normal, tapi ke depan pengobatan alternatif berhenti dulu karena dari Pak Wali Kota meminta agar Ana diobati secara medis di RSUD Ketileng,” tandasnya.

Indah berharap, kasus yang dialami anaknya tidak terulang lagi di dunia pendidikan. Ia meminta semua pihak termasuk pihak sekolah-sekolahan yang mengetahui kasus Ana bisa memberi pengawasan. “Semoga pihak sekolahan bisa memperketat pengawasan terhadap murid yang sedang bermain,” harapnya. (din)

You might also like

Comments are closed.