KONI Jateng Dukung Turnamen Mini Pengganti Kompetisi

Diskusi Olahraga 'Quo Vadis Sepakbola Indonesia' yang digelar di Gedung PWI Jateng, Senin (18/5) untuk menyikapi konflik PSSI vs Kemenpora. Foto: metrosemarang.com
Diskusi Olahraga ‘Quo Vadis Sepakbola Indonesia’ yang digelar di Gedung PWI Jateng, Senin (18/5) untuk menyikapi konflik PSSI vs Kemenpora. Foto: metrosemarang.com

SEMARANG – Rencana klub-klub untuk menggelar turnamen mini sebagai pengganti kompetisi mendapat dukungan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jateng. Induk organisasi yang diketuai Hartono ini juga siap memfasilitasi untuk pengajuan izin kepada kepolisian.

Pengasan itu disampaikan dalam Diskusi Olahraga ‘Quo Vadis Sepakbola Indonesia’ di Gedung PWI Jateng, Senin (18/5). Menurut Hartono, pihaknya selama ini tetap bersinergi dengan Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jateng, termasuk mendukung segala kegiatan di dalamnya.

Terkait wacana turnamen mini yang melibatkan klub-klub Divisi Utama di Jateng, Hartono mengatakan bakal memberi dukungan penuh. “Kalau perlu, kita bersama-sama datang ke Polda Jateng untuk mengurus perizinan. Saat ini yang lebih penting adalah kegiatan sepakbola di Jawa Tengah tetap bergulir,” tandasnya.

Sebelumnya, perwakilan lima tim Divisi Utama di Jateng telah menggelar pertemuan untuk membahas rencana menggulirkan turnamen lokal. Rencananya, turnamen tersebut akan diikuti 11 klub dan mulai diputar pada 22 Mei 2015, dengan format home and away.

Sementara, Anggota Komite Eksekutif PSSI Djamal Aziz menilai, pernyataan Hartono tersebut menjadi indikasi bahwa kondisi persepakbolaan di Jawa Tengah masih cukup kondusif sekalipun ada konflik antara PSSI-Kemenpora. “Kalau KONI Jateng sudah setuju, berarti kan nggak ada masalah. Silakan digulirkan turnamen untuk mengisi kevakuman. Tinggal bagaimana nanti berkomunikasi dengan pemerintah setempat,” kata dia.

Selain Djamal Aziz sebagai narasumber, diskusi yang digagas Seksi Wartawan Olahraga (Siwo) PWI Jateng ini juga menghadirkan Ketua Asprov PSSI Jateng Johar Lin Eng, CEO PSIS Yoyok Sukawi dan Ketua PWI Jateng Amir Mahmud. (twy)

 

 

You might also like

Comments are closed.