“Kopi Soda” Gelar Pengajian Perdana di Masjid KH Sholeh Darat

METROSEMARANG.COM – Kekaguman terhadap sosok KH Sholeh Darat menggerakkan sekelompok orang mendirikan Komunitas Pecinta KH Sholeh Darat (Kopi Soda). Minggu (20/3) kemarin, komunitas ini mengadakan pengajian perdana di masjid KH Sholeh Darat, Jalam Kakap Semarang yang dihadiri ratusan orang.

Sosok karismatik yang mempunyai nama lengkap Muhammad Saleh bin Umar Assamarani memang tidak asing di telinga masyarakat Kota Semarang. Ulama yang telah menelurkan puluhan kitab arab berbahasa Jawa (Pegon) ini bukan hanya dikenal lantaran karya-karyanya. KH Sholeh Darat adalah maha guru dari beberapa ulama besar, seperti pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan dan Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asyari.

Pengajian komunitas Kopi Soda di Masjid KH Sholeh Darat. Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad
Pengajian komunitas Kopi Soda di Masjid KH Sholeh Darat. Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad

Adapun kitab  yang dikaji adalah kitab Hidayaturrahman yang merupakan ringkasan dari Faidurrahhman karangan KH Sholeh Darat. Kitab Faidurrahman ini konon pernah dihadiahkan kepada RA Kartini sebagai kado pernikahan.

Ahli waris KH Sholeh Darat Agus Taufik, mengaku senang atas adanya Kopi Soda untuk nguri-nguri dan mengkaji kitab-kitab KH Sholeh Darat. Menurutnya, masih banyak keilmuan KH Sholeh Darat yang masih terpendam bersamaan dengan kitab-kitabnya yang belum ditemukan.

“Kami mempersilakan ada kegiatan seperti ini. Yang penting bisa istiqomah,” terangnya.

KH Sholeh Darat hidup satu masa dengan Syekh Muhammad Nawani al-Jawi al-Bantani dan Kiai Kholil bin Abdul Latief atau Mbah Kholil dari Bangkalan, Madura. Puluhan karya telah tercipta dari tangan  Sholeh Darat. Di antara karya yang paling terkenal adalah Majmu’at al-Syariat al-Syari’at al-Kafiat Li al-Awwan, yang merupakan kitab Arab pegon berbahasa Jawa  di Indonesia. (din)

You might also like

Comments are closed.