Kontroversi Patung Diponegoro, Rektor Undip Belum Tahu, DKP Lepas Tangan

patung diponegoro undip semarang
Patung Pangeran Diponegoro di Jalan Imam Bardjo yang menuai kontroversi. Foto: metrosemarang.com

 

METROSEMARANG.COM – Patung Pangeran Diponegoro menunggang kuda yang berada di depan gerbang Kampus Universitas Diponegoro (Undip) Pleburan sempat menjadi sorotan publik. Masalahnya, sampai saat ini belum ada pihak yang mengaku memberikan instruksi pengecatan yang membuat geger nitizen tersebut.

Pengecatan dilakukan pada Senin (5/10).  Patung yang semula berwarna hitam, berubah menjadi cokelat dan putih. Ikon Pangeran Diponegoro dicat warna putih. Sementara kudanya dicat warna cokelat. Perubahan warna tersebut menuai kritik di media sosial.

Patung itu kembali menjadi perhatian setelah petugas mengecatnya lagi menjadi warna semula yaitu hitam polos pada Selasa (6/10). Perubahan warna cat yang terakhir rupanya menyisakan dua warna putih. Tepatnya di bagian mata Pageran Diponegoro, mata kuda, dan bagian gigi kuda. Mahasiswa yang melintas dan melihat sekilas pun merasa risih.

Saat dimintai tanggapan, Rektor Undip Prof Yos Johan Utama justru mengaku belum tahu soal pengecatan patung tersebut. “Saya pulang dari Jakarta belum tahu masalahnya. Saya tanya bagian aset dulu,” katanya kepada metrosemarang.com, Rabu (7/10).

Sementara, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Semarang, Ulfi Imran Basuki mengaku tidak tahu-menahu mengenai kegiatan perubahan warna tersebut. Menurutnya, itu bukan ranah dinasnya untuk melakukan pengecatan. “Itu bukan ranah dinas saya,” ujarnya singkat, Selasa (6/10) ketika dikonfirmasi.

Pernyataan Ulfi tersebut bertolak belakang dengan pengakuan salah seorang pekerja yang mengecat patung di seberang Tugu Tunas Pahlawan tersebut. Pekerja bernama Wiyun itu mengaku mendapat perintah dari Dinas Pertamanan. “Dinas Pertamanan Mas, untuk perawatan,” kata dia saat ditanya siapa yang memerintahkan melakukan pengecatan, Senin (5/10). (ade/CR-06)

You might also like

Comments are closed.