BPK2L: Jangan Buru-buru Jadikan Kota Lama Semarang sebagai Warisan Dunia

Pengelolaan Kota Lama bakal lebih rumit saat sudah terdaftar sebagai kota warisan dunia. Foto Metrosemarang/Ade Lukmono
Pengelolaan Kota Lama bakal lebih rumit saat sudah terdaftar sebagai kota warisan dunia. Foto Metrosemarang/Ade Lukmono

SEMARANG – Wacana akan dibuatnya kawasan Kota Lama Semarang sebagai kota warisan dunia mendapat respons dari Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L), Kriswandhono. Menurutnya pemerintah tidak perlu terburu-buru lantaran pengelolaannya tidak mudah.

“Harus dibuat MoU terlebih dahulu dari semua yang berkepentingan, yaitu pemerintah, pengelola dan masyarakat setempat,” terang dia.

Selain itu, perlu adanya komite khusus yang bersedia mengawal Kota Lama dari awal sampai benar-benar diresmikan oleh Unesco.

Terlebih lagi, di Kota Lama sekarang terdapat sebuah Outdoor Study bagi siswa-siswi di Semarang. “Semarang punya Semarjawi. Bustram ini bisa menjadi sarana belajar baru bagi siswa yang ingin belajar sejarah tentang kotanya sendiri,” kata dia.

Kris menambahkan, Semarjawi perlu dikelola lebih serius lantaran selama ini menunjukkan grafik positif. “Respons anak-anak yang belajar sejarah cukup baik. Jika biasanya jam pelajaran sejarah membosankan, di sini siswa-siswi terlihat lebih aktif,” pungkasnya. (ade)

You might also like

Comments are closed.