KPR Hambat Penjualan Rumah

*Transaksi Pameran Property Expo Capai Rp 13,7 Miliar

 

SEMARANG – Pameran Properti Expo ke 2 , yang digelar ditengah pandemi  mampu menghasilkan  transaksi   9 unit rumah dengan Rp 13,7  miliar. Ditengah tutupnya maal selama 2 hari karena program di rumah saja, hasil transaksi masih lumayan  menggembirakan.

 

Panitia pameran Properti Expo , Juremi mengungkapkan bila dibanding pameran sebelumnya, hasil pameran ke 2 ini turun cukup besar. Pada pameran sebelumnya penjualan mencapai 25 unit rumah dengan nilai transaksi Rp 43,7 miliar.

 

“Animo masyarakat untuk membeli rumah cukup bagus, sayang pada saat akan akad kredit , konsumen terkendala KPR. Ini dikarenakan perusahaan mereka bekerja rawan PHK, sehingga banyak pengajuan KPR yang ditolak perbankan,” tutur Juremi.

 

Pameran Property Expo Semarang digelar mulai 4 – 12 Februari 2021, namun dari 12 hari pameran hanya bisa digelar 10 hari saja karena ada program Di Rumah Saja di tanggal 6-7 Februari 2021 tersebut. Selain itu hujan yang mengguyur Semarang juga membuat masyarakat enggan keluar rumah, sehingga tingkat kunjungan ke mal turun drastis.

 

“Hasil penjualan pameran tetap kita bersyukur, karena dengan 4 peserta terjual 9 unit rumah dengan nilai transaksi di Rp 13,7 miliar,” kata Juremi yang juga menjabat Ketua Bidang Promosi dan Pameran REI Jateng itu, Rabu (17/2).

 

Juremi mengatakan, kebijakan PPKM dan program Di Rumah Saja cukup memberikan dampak dengan sepinya pengunjung ke mal tersebut. Menurutnya, biasanya para calon pembeli akan datang melihat pada saat weekend, namun karena kebijakan PPKM dan program Di Rumah Saja cukup sepi.

 

“Penjualan tentu sangat terpengaruh karena kunjungan dari mal sendiri itu cukup berkurang karena jam operasional mal juga berkurang ditambah kebijakan Gubernur Jateng,” ujarnya.

 

Dikatakan, pameran properti di Kota Semarang pada tahun 2021 akan terus digencarkan untuk memikat calon pembeli. namun penjualan dipameran tahun ini akan lebih perhatian terhadap segala kebijakan pemerintah dan kemampuan pengembang.

 

Dia menjelaskan, di tengah pandemi Covid-19 para pengembang terus melakukan berbagai penyesuaian baik dari tipe hunian maupun promo pembelian rumah.Selain itu pengembang  juga harus lebih selektif dalam melayani pembeli agar saat akad kredit KPR tidak ditolak bank. (tri)

You might also like

Comments are closed.