Kredit Murah Kendaraan Picu Kemacetan di Semarang

METROSEMARANG.COM – Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Joko Santoso meminta pemerintah kota mencari solusi yang benar-benar manjur untuk mengatasi persoalan kemacetan. Banyak sekali faktor penyebab kemacetan yang harus segera bisa diselesaikan oleh dinas-dinas yang terkait.

Kemacetan di Jalan Pemuda Semarang

Dia menjelaskan, salah satu yang menjadi penyebab kemacetan jalan raya yaitu adanya kredit kendaraan yang murah. Hanya dengan modal Rp 500 ribu dan KTP setiap orang saat ini dapat membawa motor baru ke rumah. Sehingga beban jalan raya semakin lama jelas semakin bertambah.

Belum lagi pertambahan penduduk dan pendatang dari daerah tetangga yang bekerja di Kota Semarang, Sehingga pemerintah perlu mencarikan solusi yang benar-benar manjur mengatasi persoalan kemacetan saat ini.

‘’Tidak terhindarkan memang pertumbuhan kendaraan di Kota Semarang, dari data Samsat Kota Semarang tercatat sekitar 1,6 juta kendaraan roda dua dan 500 ribu mobil. Ini harus ada kajian yang mendalam terkait solusi kemacetan mumpung belum terlambat,’’ ujarnya, Minggu (18/3).

Misalnya, katanya, mengenai percepatan pengadaan angkutan masal, strategi rekayasa lalu-lintas, maupun pengendalian pertumbuhan kendaraan. Sedangkan terkait pengendalian pertumbuhan kendaraan tersebut, diakuinya memang tidaklah mudah. Sebab, hal tersebut menjadi kewenangan pemerintah pusat.

“Selain itu Pemkot Semarang harus mampu mengoptimalkan pengelolaan jalan. Misalnya dengan cara memerbanyak jalan tembus atau jalan alternatif. Termasuk mengoptimalkan penggunanaan angkutan masal. Supaya masyarakat banyak menggunakan angkutan masal,’’ jelasnya.

Sedangkan terkait kredit motor murah, diakui harus dikendalikan oleh pemerintah pusat. ’’Tapi pemerintah kota bisa melakukan lobi agar ada kebijakan bahwa uang muka kredit motor maupun mobil misalnya harus 50 persen dari harga pembelian, mungkin itu bisa mengurangi,’’ tegasnya.  (duh)

You might also like

Comments are closed.