Kubu Marmo akan Laporkan KPU ke Bareskrim

Tim Marmo-Zuber melaporkan dugaan kecurangan pemilu, Kamis (10/2). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Tim Marmo-Zuber melaporkan dugaan kecurangan pemilu, Kamis (10/2). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

 

METROSEMARANG.COM – Kasus dugaan penggelembungan suara di TPS 10 Kelurahan Bandarharjo Kecamatan Semarang Utara, terus berlanjut. Kali ini, kubu calon Wali Kota Semarang nomor urut 1, Soemarmo HS-Zuber Safawi bak meradang dengan hasil keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang mengabaikan rekomendasi Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) untuk melakukan pemilihan suara ulang.

Kuasa hukum Soemarmo-Zuber Safawi, Rangkey Margana mengungkapkan tak segan untuk membawa kasus ini ke meja hijau. “KPU akan kami laporkan ke Bareskrim Mabes Polri,” kata Rangkey, saat dikonfirmasi metrosemarang.com, Minggu (13/12).

Rangkey tetap ngotot kalau KPU sudah menyalahi aturan karena mengabaikan rekomendasi Panwaslu untuk menggelar Pemungutan Suara Ulang (PSU). Rangkey berdalih rekomendasi Panwaslu yang benar, karena sudah melakukan investigasi dengan menghadirkan saksi-saksi dalam perkara tersebut.

Ia mengancam bila KPU tetap bersikukuh dengan keputusannya, maka kubu Soemarmo akan mengadukan kasus itu ke Bareskrim Mabes Polri paling lambat sebelum pengesahan rekapitulasi suara tahap akhir di tanggal 16 Desember 2015 nanti.

Seperti diketahui, KPU Kota Semarang dan Panwaslu seperti sedang adu otot tatkala menangani kasus dugaan penggelembungan suara yang ditemukan di TPS 10 Bandarharjo awal pekan ini.

Awalnya, kubu Soemarmo yang melaporkan kasus ini kemudian dicounter oleh kubu nomor 2 Hendrar Prihadi yang dituduh melakukan kecurangan tersebut. Perkara berlanjut tatkala KPU di malam hari turun tangan membuktikan dugaan kecurangan dan mengecek langsung saat penghitungan di tingkat Kecamatan Semarang Utara, Jumat (11/12) malam.

KPU memutuskan tidak ada kecurangan. Tapi Panwaslu bersikeras itu murni kecurangan. Kubu Hendi -Ita juga akan melaporkan Panwaslu ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). (far)

You might also like

Comments are closed.