Ini 4 Kuliner Semarang yang Tak Dipunyai Kota Lain

Aneka makanan yang disajikan dalam gerobak gilo-gilo khas Semarang. Foto: metrosemarang.com/dok twitter
Aneka makanan yang disajikan dalam gerobak gilo-gilo khas Semarang. Foto: metrosemarang.com/dok twitter

SEMARANG memiliki banyak tempat bersejarah atau kuliner Semarang yang sudah cukup melegenda dan menjadi ikon kota. Sebut Lawang Sewu, Tugu Muda, Kelenteng Sam Poo Kong, hingga Lumpia. Tapi, sebenarnya masih ada hal-hal lain yang hanya bisa kita jumpai di kota ini. Berikut Ini 4 Kuliner Semarang yang Tak Dipunyai Kota Lain:

1. Gilo Gilo

Gilo gilo bukan nama jajanan ataupun kuliner. Gilo gilo hanyalah sebutan untuk asongan khas Semarang. Para pedagang gilo-gilo menggunakan gerobak untuk menyajikan aneka makanan, mulai dari nasi bungkus, gorengan, hingga buah-buahan. Kampung Kulitan dan Gandekan menjadi basecamp terbesar pedagang gilo-gilo.

2. Cong Yang

Inilah minuman khas Semarang. Mirip seperti arak Bali, Cong Yang adalah jenis minuman beralkohol. Konon, minuman ini juga menjadi simbol penyatuan dua budaya, yakni etnis Jawa dan Tionghoa. Label gambarnya khas yakni seorang dewa yang diapit oleh dua Dewi, oleh karena itu di labelnya ada tulisan “Cap Tiga Orang”.

3. Toko ‘530’

Jika Anda penggemar layang-layang pasti sudah tak asing dengan nama ini. Toko ‘530’ atau biasa dibaca ‘Ma Ga Nol’ memang cukup legendaris dan sudah ada sejak tahun 70 an. Di toko ini menyediakan pernak-pernik layang-layang, lengkap dengan benang dan asesoris lainnya. Nama 530 diambil dari lokasi toko ini yang berada di Jalan MT Haryono No 530 Semarang.

4. Roti Ganjel Rel

Roti ini hanya bisa Anda jumpai di kawasan Pasar Johar. Dibanding ‘saudaranya’ Lumpia,  Ganjel Rel sudah sulit ditemui. Roti ini berbentuk kotak dan berwarna coklat bertabur wijen. Teksturnya agak alot, tapi konon sangat baik bagi pencernaan.

 

 

 

You might also like

Comments are closed.