#KULTUM: Menjaga Perbedaan

Istimewa
Istimewa

SEDULURKU TERCINTA, bila keyakinan bahwa semua hal telah lengkap tersedia di dalam wahyu Tuhan, seolah ilmu dan cahaya sudah selesai, sehingga persoalan-persoalan detail di dalam pernik-pernik kehidupan keseharian–termasuk kreasi hidup itu. Dari sinilah sumber permasalahan yang melahirkan sejarah menjadi jalan di tempat, semua yang berada di luar citra Tuhan akan dianggap salah, sesat dan bid’ah.

Kecendurungan ini menggiring kepada pertentangan dan konflik yang berkepanjangan, sampai kepada peperangan di berbagai belahan bumi. Misalnya soal lagu dengan syair-syairnya, bila syair ini berkenaan dengan keagamaan lalu orang bilang ini syair religius, dan bila tak sesuai dengan pola Tuhan maka ini jenis lagu sekuler dan profan. Keduanya seharusnya tak perlu dipertentangkan dalam wilayah CintaNya, yakni wilayah Ar-Rahman dan wilayah Ar-Rahiim.

Pandangan ini menjadikan semua ciptaan bagian dari kehendak CintaNya, sehingga setan sekalipun jangan disalah-salahkan karena dalam mekanisme pematangan kemanusian, ia punya peran atas izinNya. Kalau ternyata setan dan segenap pengikutnya memiliki kreatifitas “menggoda”, maka manusia harus menempa diri untuk membikin kreatifitas yang tak tergoda, bukan malah mengutuk-ngutuk mereka, bukan malah memperolok mereka.

Sikap ini lahir, hanya karena kalah dalam pertarungan, apakah ini tidak memalukan bagi manusia. Jadi kalau ada yang sampai kalah dalam pertarungan, akuilah saja bahwa diri ini kalah dalam kreatifitas menggapai cahaya Tuhan, bukan malah menyalahkan mereka yang berurgensi atas pematangan diri ini.

Andai dunia ini sebuah lapangan yang sangat luas, maka di sana berkumpul dua kelompok yang berbeda–misalnya, yang satu berdendang dengan wahyu Tuhan, yang satu berdendang dengan gubahan syair-syair dengan tetabuhan-tetabuhan. Kalau kita lihat hasrat jiwanya, tentu mereka itu sama karena sama-sama dalam kafilah menuju kepadaNya, tetapi hanya dalam bentuk yang berbeda itu, jangan sampai dipersoalkan eksistensinya.

Kawan-kawan, simaklah baik-baik semua kejadian di jantera alam sementa dengan sudut pandang rahman dan rahim ini, sehingga kita akan menemukan teritorial CintaNya yang tak bertepi. (*)

You might also like

Comments are closed.