Kurang Bukti, Polisi Belum Periksa ‘Teman Kapolda’ Pelaku Pemukulan

Januar saat menjalani perawatan di RS Telogorejo. Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya
Januar saat menjalani perawatan di RS Telogorejo. Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya

 

METROSEMARANG.COM – Polisi masih mendalami laporan dugaan penganiayaan yang dilakukan seorang pemuda yang mengaku sebagai teman kapolda. Polisi masih menunggu hasil visum korban penganiayaan yang terjadi di Sigar Bencah tersebut dan belum menetapkan status tersangka terhadap terlapor.

Hingga saat ini Unit Reskrim Polsek Tembalang masih terus melakukan penyelidikan terkait kasus penganiayaan yang menimpa seorang mahasiswa bernama Januar Rizky Auliya (23) warga Kalibanteng Kulon, Semarang Barat, pada Kamis (5/11) lalu. Meski demikian, sampai saat ini polisi belum melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap terlapor Restu Agung Handika (20) warga Tembalang.

Polisi berdalih masih membutuhkan satu alat bukti tambahan guna menjerat terlapor. Alat bukti tersebut merupakan hasil visum dari dokter terhadap korban yang belum resmi keluar dan diterima penyidik.

“Baru satu alat bukti yakni laporan korban. Kami masih menunggu hasil visum. Minimal dua alat bukti terpenuhi, baru penetapan  sebagai tersangka,” kata Kanit Reskrim Polsek Tembalang, AKP Khalid Mawardi, dihubungi Kamis (12/11).

Namun, keterangan berbeda justru diungkapkan korban. Menurut Januar, ia sudah menyerahkan surat bukti visum saat dirinya datang untuk melapor ke Mapolsek Tembalang usai kejadian. “Padahal, waktu itu keterangan visum sudah saya lampirkan. Saya bingung,” katanya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, aksi penganiayan tersebut bermula saat Januar melintas di Jalan Kolonel Imam Suparto, Bulusan, Tembalang, Kamis (5/11) sekitar pukul 14.00 mengendarai mobil Toyota warna silver. Karena berusaha menghindari lubang, ia melakukan pengereman mendadak.

Saat itu, di belakangnya melaju Daihatsu Gran Max H-1713-KM yang dikendarai Restu. Tidak terjadi tabrakan, namun terlapor justru menghentikan paksa korban dan memukulnya sebanyak tiga kali. Saat itu terlapor juga sempat mengaku sebagai teman kapolda. Akibatnya korban mengalami luka di wajah dan di kepala dan harus dirawat di RS Tlogorejo Semarang. (yas)

You might also like

Comments are closed.