Kurang Sosialisasi, Perda Sampah Masih Banyak Dilanggar

METROSEMARANG.COM – Peraturan Daerah (Perda) tentang sampah Kota Semarang dinilai kurang Sosialisasi. Selain itu, kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya masih belum maksimal.

Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang, Suharsono menyebutkan, Perda 6 tahun 2012 tentang masih memerlukan sosialisasi yang masiv mulai dari tingkat kecamatan kelurahan dan RT sehingga masyarakat mengerti betul soal pengelolaan sampah.

Penutupan TPA ilegal di Tambakaji Ngaliyan. Foto: metrosemarang.com/dok
Penutupan TPA ilegal di Tambakaji Ngaliyan. Foto: metrosemarang.com/dok

“Persoalan sampah memang menjadi pekerjaan rumah setiap kota besar karena banyaknya populasi yang tinggal,” ungkap politisi PKS ini, Jumat (25/3)

Selain adanya Perda sampah, Pemkot diminta juga menyediakan perangkat khusus untuk mengontrol Perda sampah. Larangan membuang sampah ke tempat pengelolaan sampah yang tidak berijin juga harus diperketat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan kota Semarang, Ulfi Imran Basuki mengatakan saat ini sudah menyelesaikan Peraturan Walikota (Perwal) sebagai pendamping dari Perda tersebut. Dengan Perwal ini kekuatan Perda sampah akan semakin kuat pada saat melaksanakan penindakan terhadap pelanggar.

“Upaya yang dilakukan saat ini yakni masih melakukan sosialisasi kepada masyarakat, sehingga yang lebih utama menumbuhkan kesadaran masyarakat akan sadarnya menjaga lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya,” kata Ulfi.

Diakuinya, saat ini proses sosialisasi yang dilakukan Dinas Kebersihan dan Pertamanan hanya sebatas pemberitaan di media dan pemberian poster. Selain itu, Ulfi juga melibatkan masyarakat dalam berbagai event seperti saat Car Free Day. (ade)

You might also like

Comments are closed.