Kurangi Populasi, Warga Bakar Sarang Ulat Bulu

ulat bulu kendal
Warga membakar sarang ulat bulu dengan kain yang diberi solar agar populasi ulat berkurang. (Foto: metrojateng.com/edi prayitno)

 

KENDAL – Untuk mengurangi populasi ulat bulu yang terus berkembang, warga dan perangkat Desa Kedunggading Kecamatan Ringinarum Kendal membakar sarangnya,  Selasa (17/04) pagi. Meski pembakaran itu tidak efektif untuk memberantas ulat bulu, namun setidaknya dapat mengurangi keresahan warga sekitar.

Baca Juga: Ulat bulus serang pemukiman warga

Ada empat titik sarang ulat bulu yang dibakar. Satu per satu sarang ulat bulu dibakar menggunakan kain yang diikat dengan bambu, menggunakan bahan bakar solar. Kades Kedunggading, Budiyono mengatakan upaya yang dilakukan itu bersifat sementara. Sebab, pembakaran hanya dilakukan paa sarang ulat bulu yang mudah dijangkau.

“Ini sifatnya sementara. Menjangkau sarang yang mudah dijangkau. Sementara sarang ulat bulu yang berada di atas pohon belum bisa dimusnahkan dengan cara ini,” jelasnya.

Meski tidak maksimal, setidaknya ribuan ulat yang bersarang dalam satu tempat akan mati terbakar. “Selain itu bakar sarang ulat bulu untuk mengurangi keresahan warga karena banyaknya ulat bulu,” imbuh Kades  Budiyono.

Pihak desa sudah melaporkan ke dinas terkait agar dilakukan pembasmian ulat bulu secara total dengan cara semprot. Bahkan untuk memutus rantai perkembangan ulat bulu, warga dan desa akan memotong pohon yang kerap digunakan ulat bulu untuk bersarang.

Ulat bulu di Desa Kedunggading ini sepekan terakhir meresahkan warga yang tinggal dekat dengan kebun. Ribuan ulat bulu bersarang di empat titik dan berkembang biak dengan cepat. Warga khawatir populasi ulat bulu terus bertambah dan merambat hingga pemukiman.

Baca Juga: Tahun lalu ulat bulu menyerang SD Cepiring

Ulat bulu yang sudah besar keluar dari sarang memakan dedaunan. Setelah tertiup angin  banyak yang jatuh  di pemukiman warga. Warga mulai resah sebab jika mengenai kulit rasanya gatal dan panas. (MJ-01)

You might also like

Comments are closed.