Lakukan Kejahatan Kemanusiaan, Perekrut Anggota Gafatar Bisa Dipidana

Eks pengikut Gafatar menjalani pemeriksaan kesehatan setelah tiba di Pelabuhan Tanjung Emas, Rabu (27/1) malam. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Eks pengikut Gafatar menjalani pemeriksaan kesehatan setelah tiba di Pelabuhan Tanjung Emas, Rabu (27/1) malam. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

METROSEMARANG.COM – Para perekrut anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) bakal mendapat hukuman setimpal, karena diduga kuat melakukan kejahatan kemanusiaan secara masif. Pasalnya, doktrinisasi yang mereka perbuat telah membuat ribuan orang menelantarkan keluarganya.

“Perekrutnya wajib dipidana. Karena termasuk kejahatan kemanusiaan. Ajaran Gafatar telah membuat orang menelantarkan keluarganya,” ungkap Muhammad Adnan, pengajar Ilmu Politik di Univeritas Diponegoro Semarang, Rabu (27/1).

Lelaki yang jadi pengurus PWNU Jawa Tengah ini lantas mengatakan, doktrin yang dilakukan Gafatar juga membuat para anggotanya meninggalkan agama yang dianut selama ini. Dalam hal ini, kata Adnan, perekrut anggota Gafatar jelas-jelas menghasut banyak orang.

“Siapa sih yang tidak senang dengan iming-iming masuk surga tapi dengan kewajiban minimal. Kan orang jadi tertarik kalau masuk surga, misalnya tanpa melaksanakan salat,” imbuhnya.

Lebih jauh, ia bilang banyak persoalan di lingkungan masyarakat yang menjadikan banyak orang memilih menganut aliran sesat dari Gafatar.

“Anggota Gafatar kebanyakan tidak percaya dengan pemerintah soal kesejahteraan ekonomi. Disamping itu, ada permasalahan soal keyakinan keagamaan. Jadi, banyak unsur yang mengguncang jiwa mereka mulai sosial ekonomi dan mungkin politik. Akibatnya, pola pikir mereka jadi tidak rasional,” tukasnya.

Gelombang kedua rombongan eks anggota Gafatar yang berjumlah 1.281 jiwa tiba di Pelabuhan Tanjung Emas pada Rabu (27/1) malam. Dengan demikian, total sudah lebih dari 1.600 eks Gafatar yang kembali melalui Jawa Tengah, setelah pada Senin (25/1) pagi terlebih dulu datang 351 orang.  (far)

You might also like

Comments are closed.