Ini Langkah Pemkot Semarang Wujudkan Kota Layak Anak

METROSEMARANG.COM – Pemerintah Kota Semarang mendapatkan penghargaan Kota Layak Anak (KLA) pada peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang di pusatkan di Pekanbaru, Provinsi Riau, Sabtu (22/7). Pemkot dinilai berkomitmen mewujudkan lingkungan yang ramah bagi tumbuh kembang anak dan mengedepankan pemenuhan hak serta perlindungan anak.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise menyerahkan Tropy Penghargaan Kota Layak Anak kepada Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Semarang di Pekanbaru. Foto: istimewa

Kota Semarang masuk dalam kategori Pratama. Penghargaan diserahkan langsung Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Yohana Susana Yambise dan diterima Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Bambang Suranggono. Sebelumnya pada tahun 2012, 2013, dan 2015 pemkot juga menerima penghargaan serupa.

Kota Semarang telah melakukan berbagai kegiatan untuk mewujudkan KLA sesuai amanat pemerintah pusat. Di antaranya di bidang kesehatan telah menyediakan 37 puskesmas ramah anak, melalui Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) dan Manajemen Terpadu Bayi Muda (MTBM). Ada juga screening Stimulan Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang, tersedianya arena bermain anak di KIA maupun Rumah Sakit Ramah Anak.

Di bidang pendidikan juga telah mewajibkan gerakan wajib belajar selama 15 tahun. Sekolah ramah anak yang menyediakan Zona Selamat Sekolah (ZSS) dengan adanya tempat penyeberangan dan sekolah gratis hingga tingkat SLTP, dan menjadikan fungsi pendidikan sebagai prioritas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang melalui Rumah Pintar, dimana sudah terdapat 154 Rumah Pintar di tiingkat kelurahan.

Di bidang kependudukan, pemkot telah memberikan akta kelahiran gratis, bagi anak usia 0-60 hari. Di bidang perlindungan pemkot pun telah memiliki sebuah Lembaga Pelayanan Penanganan Terpadu (LPPT) Seruni, yang kegiatannya memberikan pendampingan korban kekerasan perempuan dan anak dan mendampingi korban-korban kekerasan.

Serta mendorong munculnya peran serta monitoring kasus korban kekerasan berbasis gender dan trafiking. Untuk mendekatkan ke warga, LPPT kini telah terbentuk di 6 kecamatan yakni Banyumanik, Pedurungan, Semarang Utara, Semarang Barat, Semarang Timur, dan Gunungpati.

”Penghargaan KLA ini diperoleh wujud komitmen dari seluruh stakeholder baik pemkot, swasta dan masyarakat yang telah mendarmabaktikan diri dalam mewujudkan kota yang ramah dan layak bagi tumbuh kembang anak-anak. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung semua program pemkot,” kata Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi terkait diraihnya penghargaan tersebut, Senin (24/7).

Pihaknya ke depan akan terus berupaya agar bisa memberikan pelayanan kepada anak yang lebih baik. Serta melakukan evaluasi terhadap program-program yang telah dilakukan. (duh)

You might also like

Comments are closed.