Lapak Baru Pasar Kembang Kalisari Ditarget Rampung Oktober 2016

Pedagang Pasar Kembang di Jalan Dr Sutomo bakal direlokasi    untuk memuluskan proyek normalisasi Kali Semarang. Foto: metrosemarang.com/ade lukmono
Pedagang Pasar Kembang di Jalan Dr Sutomo bakal direlokasi untuk memuluskan proyek normalisasi Kali Semarang. Pembangunan tahap pertama ditarget rampung pada Oktober 2016. Foto: metrosemarang.com/ade lukmono

METROSEMARANG.COM – Revitalisasi Kali Semarang, tepatnya di daerah Pasar Kembang Kalisari Semarang tahap pertama ditargetkan rampung pada Oktober 2016 mendatang. Perkiraan ini diasumsikan jika Februari sudah dalam lelang dan pembangunan dimulai pada Mei 2016.

“Kawasan Kalisari Semarang akan berubah seolah menjadi taman kota. Program revitalisasi ini juga berhubungan dengan revitalisasi yang sudah dilakukan di pintu gerbang Balai Kota beberapa waktu lalu,” kata Sekretaris Dinas Tata Kota dan Perumahan (DTKP) Kota Semarang, M Irwansyah, Kamis (21/1).

Pada 2016 ini, pembangunan tahap pertama akan menghabiskan dana sekitar Rp 9,6 miliar dari total anggaran Rp 12 miliar. Panjang kawasan yang ditata di kawasan Pasar Kembang adalah 400 meter.

Dia mengatakan, bangunan lapak pasar kembang yang awalnya menutupi Kali Semarang akan diangkat dan dijadikan lapak dua lantai dengan desain lantai satu yabg terbuka. Ini memungkinkan pejalan melihat Kali Semarang secara langsung.

Penambahan taman vertikal di seberang Kali Semarang juga akan dilakukan untuk menutup kawasan permukiman penduduk yang terkesan kumuh. Namun hal ini dilakukan untuk sementara menunggu penataan kawasan permukiman.

Sebelumnya, Sekretaris Perhimpunan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK) Bambang Djoko Budiono mengatakan, para pedagang mendukung proyek revitalisasi Kali Semarang, hanya saja mereka meminta agar dilakukan pengukuran dan pendataan pedagang pemilik lapak di lokasi tersebut.

Sebab, ukuran lapak pedagang Kalisari berbeda beda. Jika pemkot menyeragamkan lapak, dikhawatirkan bisa menimbulkan protes dari para pedagang. “Jangan sampai yang pedagang yang punya lapak lebih lebar merasa dirugikan,” kata Bambang, Senin (11/1)

Meski demikian, dia mengaku tidak bisa berbuat apa-apa jika memang ukuran lapak tersebut sudah ditentukan pemkot. Bambang berharap tempat yang akan ditata bisa menjadi lebih nyaman untuk bekerja. (ade)

You might also like

Comments are closed.