Lawang Sewu Terancam Disegel, KAI akan Lobi Pemkot

Lawang Sewu terancam disegel karena pengelola belum setor retribusi. Foto: metrosemarang.com/dok
Lawang Sewu terancam disegel karena pengelola belum setor retribusi. Foto: metrosemarang.com/dok

 

[ads1]

METROSEMARANG.COM – Obyek wisata Lawang Sewu yang merupakan ikon wisata di Kota Semarang terancam disegel oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang. PT KAI Daop 4 selaku pengelola berharap ada kebijakan khusus terhadap penanganan Lawang Sewu sebagai cagar budaya.

Menurut Kabid Pajak Daerah, Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kota Semarang, Agus Wuryanto akan segera melayangkan surat kepada pihak pengelola terkait permasalahan penunggakan retribusi. Ia mengakui, selama sekitar empat tahun ini Lawang Sewu memang belum menyetorkan pajak retribusi dari tiket masuk pengunjung ke Pemerintah kota Semarang.

Menurutnya, sesuai Perda Nomor 5 tahun 2011 tentang Pajak Daerah, semua penyelenggaraan hiburan yang dipungut bayaran, wajib memenuhi kewajibannya membayar pajak hiburan kepada Pemkot Semarang dengan besaran 20 persen dari harga tiket.

“Saat ini kami memang sedang gencar melakukan Sidak (Inspeksi mendadak) ke sejumlah tempat hiburan. Hal itu dikarenakan pajak di sektor hiburan tahun ini lumayan rendah,” kata dia, Jumat (2/10).

Inspeksi mendadak di Lawang Sewu dilakukan pada Kamis (1/10) kemarin. Agus mengungkapkan, hingga September 2015, lanjutnya, pendapatan pajak dari sektor hiburan baru mencapai Rp 10 miliar, atau setengah dari target yang ditetapkan sebesar Rp 20 miliar.

Sementara itu, Manager Humas PT KAI Daop 4 Supriyanto membenarkan Sidak yang dilakukan oleh DPKAD Kota Semaramg terkait retribusi Lawang Sewu yang dianggap sebagai tempat wisata. Namun pihak PT KAI mengklaim retribusi yang ditarik dari para pengunjung adalah untuk operasional.

“Saat ini kami masih koordinasi internal. Lawang Sewu itu bukan tempat wisata, melainkan sebuah cagar budaya. Retribusi yang ditarik adalah untuk operasional Lawang Sewu,” kata Supriyanto saat dikonfirmasi secara terpisah.

Langkah selanjutnya, PT KAI Daop IV akan berkoordinasi dengan Pemkot Semarang untuk membicarakan lebih lanjut. “Yang jelas dukungan Pemkot sangat kami butuhkan untuk pengembangan cagar budaya yang ada di wilayahnya,” paparnya. (ade)

You might also like

Comments are closed.