Layaknya Pasukan Katak, Pria Ini Nekat Selami Bendungan Pleret Tanpa Alat Bantu

METROSEMARANG.COM – Tenggelamnya Dimas, pelajar SMP yang bermain perosotan di Bendungan Pleret Sungai Banjir Kanal Barat, Jumat (8/4) siang, sempat menggemparkan warga sekitar. Awalnya, tak ada yang berani melakukan pencarian, hingga akhirnya salah seorang warga nekat menyelami dasar sungai.

Adalah Henry Cahyawadi yang langsung bergegas menuju ke lokasi kejadian setelah mendengar kabar ada anak tenggelam dari salah seorang sopir mobil boks. Warga Bulustalan 5 No 659 itu langsung menyeburkan diri untuk mencari tubuh Dimas. Aksinya itu sempat menyita perhatian warga yang melintas hingga membuat lalu lintas tersendat.

Proses evakuasi korban tenggelam di Banjir Kanal Barat. Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad
Proses evakuasi korban tenggelam di Banjir Kanal Barat. Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad

Tak sampai 30 menit, Henry pun menemukan tubuh Dimas dalam kondisi terjepit batu di kedalaman 2 meter. Ia pun sempat mengangkat beberapa kali hingga akhirnya seluruh tubuh Dimas berhasil diangkat ke darat.

“Jadi kepalanya terjepit batu, saat menyelam saya awalnya memegang tubuhnya, terus saya gragapi tanganya agar bisa diangkat,” kata Henry usai melakukan penyelaman.

Aksi tersebut tergolong nekat. Pasalnya ia tidak berbekal peralatan apapun layaknya tim rescue yang biasa menangani korban tenggelam maupun banjir. Dengan tangan kosong ia seolah sudah mengetahui tekstur lokasi tenggelamnya bocah tersebut.

“Tadi anaknya sebenarnya memakai celana jeans, pas saya mau angkat celananya sudah mau lepas, tapi masih tersangkut di bagian kaki bawah,” katanya.

Ia membeberkan, lokasi tersebut meski dalam keadaan air tidak deras, tapi di bagian dasar terdapat batu-batuan berukuran besar yang berbentuk kotak seperti tahu. Ia menduga setelah Dimas terjun ke dalam air kepalanya dalam posisi di bawah sehingga terjepit.

“Saya memang sering membantu jika ada korban yang tenggelam,” kata Henry yang mengaku sering memancing di sepanjang BKB.

Diberitakan sebelumnya, tiga pelajar SMP Trimulya Semarang, tenggelam saat bermain perosotan di Banjir Kanal Barat, sekitar pukul 14.00. Dua orang, Teguh Aditia (14), warga Jalan Dr Ismail, Simongan, Semarang Barat dan Yuda (14), warga Srinindito, Semarang Barat selamat. Sedangkan satu rekannya yakni Dimas (14), warga Bulustalan 5, Semarang Selatan ditemukan tewas. (din)

You might also like

Comments are closed.