Lestarikan Tari Gambang Semarang, Pemkot Gelar Festival

METROSEMARANG.COM – Pengunjung Mal Ciputra Semarang dibuat terkesima dengan nuansa tradisional berupa alunan kendang dan nyanyian sinden, Selasa (29/8) siang. Tidak hanya itu saja, ratusan penari juga menghibur pengunjung dengan bergantian berlenggak-lenggok di atas panggung yang didirikan di atrium mal yang ada di kawasan Simpang Lima tersebut.

Festival Tari Gambang Semarang di Mal Ciputra. Foto: istimewa

Para penari itu ternyata bukan sekadar menari melainkan berkompetisi dalam sebuah event yang diberi nama Festival Tari Gambang Semarang. Event yang menjadi agenda rutin tahunan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang tersebut diikuti 50 grup dari 16 Kecamatan di Kota Semarang dan juga siswa SMA dan SMK di Kota Semarang. Setiap grup menari selama kurang lebih 7 menit dan diiringi lagu Gado-gado atau Denok yang dibawakan pemusik Pahat Etnik yang merupakan alumni Universitas Negeri Semarang (Unnes).

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat membuka acara memberikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan tersebut. “Dulu jumlah peserta kurang dari 20, terakhir tercatat hanya 16 peserta, namun hari ini yang ikut 50 peserta,” puji Hendi sapaan akrab Wali Kota.

Peningkatan jumlah peserta ini, lanjutnya, menandakan bahwa semangat warga masyarakat khususnya anak-anak muda untuk melestarikan budaya yang dimiliki Kota Semarang sungguh luar biasa.

“Ada dua hal positif yang bisa kita ambil dari kegiatan ini, yang pertama adalah anak-anak muda memiliki komitmen dan semangat untuk melestarikan budaya asli yang dimiliki Kota Semarang yaitu tari Gambang Semarang. Yang kedua, kita ingin ada hal-hal kreatif dan positif di mana kemudian anak-anak muda Kota Semarang memiliki kecintaan terhadap Tari Gambang Semarang,” ujar wali kota.

“Kita tahu bahwa kondisi anak muda sekarang godaannya banyak, ada Narkoba, tawuran, seks bebas. Hal-hal negative tersebut harus ditanggulangi, tetapi tidak bisa kalau hanya omong saja, namun harus kita arahkan supaya terhindar,” imbuhnya.

Hendi menambahkan bahwa lokasi acara sengaja dipilih di mal dengan tujuan untuk lebih banyak menarik perhatian masyarakat sekaligus memperkenalkan budaya khas Kota Semarang.

“Kita ingin menggabungkan suasana mall dan budaya lokal. Seperti yang disampaikan Bu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata tadi, akan terangkat grade-nya kalau digelar di tempat eksklusif seperti di mall atau hotel, jadi tidak hanya di acara-acara kelurahan saja,” pungkasnya.

Dalam Festival Gambang Semarang ini, para peserta akan memerebutkan gelar juara 1, 2, dan 3. Selain hadiah uang, para pemenang lomba juga akan diprioritaskan untuk mengisi acara yang digelar Pemerintah Kota Semarang.(duh)

You might also like

Comments are closed.