Lewat Pelabuhan Tikus, 200 TKI asal Jateng Berangkat secara Ilegal

METROSEMARANG.COM – Pemberangkatan calon tenaga kerja Indonesia (TKI) secara illegal dari Jawa Tengah setiap tahunnya mencapai 150 sampai 200 orang. Ditengarai mereka berangkat sendiri ke luar negeri melalui pelabuhan-pelabuhan tikus di Batam dan Pontianak.

Ilustrasi

Kepala BP3TKI Jawa Tengah Suparjo mengatakan, jumlah pemberangkatan TKI secara illegal itu masih termasuk dalam kategori rendah. Namun upaya pencegahan terus dilakukan melalui sosialisasi yang bersifat edukasi ke masyarakat dan kerjasama dengan pemerintah daerah serta imigrasi.

‘’Ini upaya kita untuk mencegah TKI illegal, tapi lagi-lagi jumlah masyarakat itu kan banyak, sehingga kita perlu kerjasama dengan semua pihak,’’ kata Suparjo, Minggu (21/5).

Jumlah TKI dari Jawa Tengah yang berangkat ke luar negeri di tahun 2016 mencapai 49 ribu orang. Menurutnya, dari jumlah itu sebanyak 60% juga masih bekerja di sektor informal dan baru 40% yang bekerja di sektor formal. Dari jumlah TKI tersebut remitensi yang masuk ke Jawa Tengah cukup besar nilainya mencapai Rp 12 triliun setiap tahun.

Meski remitensinya besar, namun pihaknya mengaku lebih menekankan bagaimana agar para TKI yang berangkat ke luar negeri sesuai dengan prosedur. Karena kalau sesuai prosedur jika ada masalah mudah untuk menanganinya dan mudah dipantau oleh sistem yang ada di BP3TKI.

‘’Jika berangkat sesuai presedur maka di BNP2TKI ada sisko yang bisa mendata dan melacak dimanapun TKI berada di luar negeri,’’ katanya.

Pihaknya juga berupaya meminimalisir TKI yang berangkat ke luar negeri menjadi korban kekerasan majikan. Dengan memberikan pelatihan dan ketrampilan sebelum pemberangkatan di tempat penampungan sementara sehingga bisa bekerja professional.

‘’Kalau misalnya ke Singapura bisa 1,5-3 bulan dan ke Hongkong sampai 4 bulan. Setelah latihan juga ada uji kompetensi, jika tidak lolos ya tidak diberangkatkan. Ini upaya agar mereka tidak menjadi TKI yang terlunta-lunta di luar negeri,’’ tandasnya. (duh)

You might also like

Comments are closed.