Lezatnya Botok Telur Asin Warisan Kuliner Keraton Yogyakarta

Botok telur asin bikinan Paula Sri Rejeki, murah tapi tetap mempertahankan orisinalitas. Foto Metrosemarang/Achmad Nurseha
Botok telur asin bikinan Paula Sri Rejeki, murah tapi tetap mempertahankan orisinalitas. Foto Metrosemarang/Achmad Nurseha

SEMARANG – Telur asin sangat identik dengan Brebes. Tapi, di tangan Paula Sri Rejeki (61), telur-telur bebek yang sudah diawetkan tersebut diolah lagi menjadi sajian menu istimewa yang menggugah selera. Namanya botok telur asin.

Pemilik Toko de Koning Bakery di Jalan Pemuda No 76 itu, mengaku mendapat resep kuno secara turun-temurun dari eyang putrinya yang asli keturunan Keraton Yogyakarta. Botok telur asin menawarkan rasa asin, manis dan gurih yang menjadi khas Yogyakarta zaman dulu.

Rasa asin dihasilkan dari telur dan manis-gurih berasal dari air kelapa muda. Selain itu, ada bumbu lain yang menjadikan botok yang tiada duanya di Semarang itu menjadi lebih berselera, seperti lombok merah, lombok hijau, kemlanding, dan pete.

“Telurnya harus asli dari bebek liar (makanannya tidak dari pelet). Benar-benar menghindari bahan kimia, karena kuning yang dihasilkan warnanya lebih matang dan tidak terlalu asin,” katanya kepada metrosemarang.com saat ditemui di Pagelaran Wedding Expo 2015 di PRPP, Kamis (5/3).

Tak hanya itu, untuk menjaga keistimewaan rasa, Paul juga memilih kelapa yang benar-benar muda dan tanpa menggunakan penyedap rasa (vetsin). Karena semua menggunakan bumbu alami alias tanpa bahan kimia, botok telur asin hanya bisa bertahan satu hari.

Tidak butuh lama untuk memasak botok yang pernah menjadi juara I lomba masak di salah satu stasiun TV swasta pada 2008 ini, yakni sekitar setengah jam. Meski dibilang resep peninggalan nenek moyang, botok telur asin bisa dimasak menggunakan kompor gas seperti makanan lainnya.

Untuk merasakan lezatnya botok telur asin milik Paula, Anda cukup menyediakan Rp 7.500 saja. Cukup murah bukan? Selamat mencoba. (ans)

Comments are closed.