Libas PS Tira, PSIS Masuki 10 Besar

Mainkan Taktik Perangkap

Permainan compact defense yang diperagakan armada Jafri Sastra benar-benar menyulitkan lawan. Satu kesalahan di akhir babak pertama itu harus dibayar mahal PS Tira

PSIS terus melanjutkan tren positif pada laga pekan ke-26 liga satu. Tim Mahesa Jenar berhasil memetik poin penuh di markas PS Tira Bantul, Rabu, 17 Oktober 2018. Gol tunggal Bruno Silva memastikan Mahesa Jenar menang tipis 1-0, sekaligus membawa mereka ke peringkat 10.

 

Saya sempat khawatir kalau Tira main cepat. Tapi ternyata mereka justru masuk perangkap PSIS dan ikut ritme permainan kami.

-Jafri Sastra, Pelatih PSIS-

 

Pelatih Jafri Sastra menyebut keberhasilan meredam permainan cepat tuan rumah menjadi kunci kemenangan timnya. Meladeni skuad The Army di pekan ke-26 Liga 1, PSIS sebenarnya tampil dalam kondisi sedikit pincang. Gangguan cedera yang dialami Petar Planic, Haudi Abdillah dan Komarudin membuat tim tamu diragukan bisa mendulang poin di markas PS Tira.

Susunan PemainPS Tira 4-2-3-1: Angga Saputro–Mahdi Albaar, Didik Wahyu, Abu Bakr Radanfah, Kasim Slamat; Izmy Hatuwe, Manahati Lestusen; Jeon Wooyoung, Dzmitry Rekish, Ahmad Nufiandani; Aleksandar Rakic

PSIS 4-1-4-1: Jandia Eka Putra–Safrudin Tahar, Rio Saputro, Fauzan Fajri, Gilang Ginarsa; Muhammad Yunus; Bayu Nugroho, Ibrahim Conteh, Nerius Alom, Hari Nur Yulianto; Bruno Silva

 

Dominasi Tuan Rumah di Menit Awal

Pada laga di Stadion Sultan Agung Bantul, PS Tira mencoba mengendalikan permainan sejak awal. Di menit kedua, Ahmad Nufiandani memberi ancaman ke gawang PSIS. Sepakannya mengarah tepat ke pelukan Jandia Eka Putra.

Lima menit kemudian giliran Jeon Wooyoung menguji Jandia. Lagi-lagi eksekusinya juga masih mengarah ke kiper. PSIS baru mendapat peluang pertama di menit ke-10. Tendangan bebas Bruno Silva dari sisi kanan pertahanan PS Tira disambar heading Fauzan, sayang masih melenceng.

PSIS vs PS Tira
PSIS berupaya PS Tira di Stadion Sultan Agung yang belum sekalipun memberi kemenangan bagi mereka. (foto: metrojateng.com)

Selepas 15 menit, PS Tira makin mendominasi permainan. Menit 18 tuan rumah memiliki kans melalui Aleksandar Rakic. Tapi Jandia sigap mengamankan gawang. Jandia membuat penyelamatan penting di menit 20. Meneruskan sepak pojok Nufiandani, Rakic berhasil melepaskan sundulan di mulut gawang, namun bola mampu ditepis Jandia.

Top skor PS Tira itu kembali mengancam di menit 22. Heading Rakic lagi-lagi mentah di tangan Jandia. Percobaan Dzmitry Rekish di menit 28 juga belum mampu memecah kebuntuan. Sepakannya sempat lepas dari tangkapan Jandia dan bola rebound gagal dimaksimalkan Rakic.

 

Gol dalam Tekanan

Terus ditekan, PSIS justru mampu mencuri gol di menit 42. Ibrahim Conteh menusuk hingga ke kotak penalti dan diakhiri dengan umpan mendatar ke mulut gawang. Bola gagal disapu oleh Abu Bakr Radanfah dan langsung disontek Bruno Silva untuk memberi keunggulan Mahesa Jenar.

Peluang terakhir di babak pertama jadi milik tuan rumah. Namun sepakan Nufiandani tipis di sisi kiri gawang. Babak pertama ditutup dengan skor 0-1 untuk keunggulan PSIS.

bruno silva
Bruno Silva berhasil menorehkan gol tunggal dalam laga tandang melawan PS Tira. (foto: metrojateng/Tri Wuryono)

Manahati Lestusen cs tampil menekan untuk mencari gol penyama. Setidaknya ada tiga peluang yang dihasilkan anak asuh Nilmaizar di awal babak kedua, tapi tak satupun berujung gol.

Salah satunya di menit 56. Ahmad Nufiandani gagal memaksimalkan umpan Rekish. Sepakannya bisa diblok Jandia. Percobaan Hari Nur di menit 60 belum mampu menambah keunggulan.

Sepakannya melesat di atas mistar. Namun Jandia kembali dapat menyelamatkan PSIS ketika mementahkan sepakan jarak dekat Dzmitry Rekish di menit 78.

PS Tira terus mengurung pertahanan PSIS. Namun kegemilangan Jandia di bawah mistar menggagalkan peluang-peluang tuan rumah. Termasuk menepis peluang terakhir PS Tira lewat Jeon Wooyoung di pengujung pertandingan.

 

Kurang Ideal

Sebetulnya PSIS Semarang dalam kondisi kurang ideal saat menantang tuan rumah PS Tira. Hal itu diakui sang pelatih, Jafri Sastra. Ia menyebut, tiga pertandingan (satu laga kandang dan dua laga tandang) dalam 12 hari sangat menguras fisik penggawa Mahesa Jenar.

Periode sibuk PSIS dimulai dari laga tandang kontra Persela Lamongan, 5 Oktober lalu. Selanjutnya Tim Kota Lunpia menjamu Barito Putera dan meladeni PS Tira. PSIS hanya punya jeda tiga hari dari pertandingan terakhir melawan Barito Putera, 13 Oktober 2018 lalu, sebelum datang ke Bantul.

Belum lagi cedera yang menghinggapi dua pilar pertahanan PSIS, hingga membuatnya absen dalam laga melawan PS Tira ini. Petar Planic dan Haudi Abdillah, center back PSIS itu harus menepi karena cedera. Ditambah, kondisi winger Komarudin juga masih meragukan.

“Kami datang ke sini dalam kondisi lelah yang luar biasa. Tapi semua pemain masih bisa menjalankan strategi yang sudah dirancang. Saya sangat mengapresiasi itu,” kata Jafri seusai pertandingan.

Kondisi sebaliknya justru terjadi di kubu PS Tira. Skuad berjuluk The Army itu punya waktu istirahat lumayan panjang jika dibandingkan PSIS. Manahati Lestusen cs memainkan pertandingan terakhir pada 6 Oktober melawan Bhayangkara FC. Sedangkan duel kontra PSMS Medan yang sedianya digelar pada 12 Oktober ditunda.

“Setelah batal lawan PSMS, kami memang fokus melawan PSIS. Semua pemain dalam kondisi bagus dan siap diturunkan, kecuali Abduh Lestaluhu yang dipanggil ke Timnas Indonesia,” kata pelatih PS Tira, Nilmaizar, sebelum laga.

Selain recovery yang lebih panjang, skuad The Army juga punya bekal positif berkat kemenangan atas PSIS di putaran pertama. Saat itu klub milik TNI ini sukses menekuk Mahesa Jenar dua gol tanpa balas.

Tapi kali ini kondisi kedua tim sudah berbeda. PS Tira tak lagi diarsiteki Rudy Eka Putra yang digantikan Nilmaizar. Sementara PSIS juga sudah berganti nahkoda dari Vincenzo Alberto Annese ke Jafri Sastra.

PSIS juga dibayangi rekor buruk saat tampil di Sultan Agung. Kandang PS Tira itu kurang bersahabat buat armada Mahesa Jenar. Dalam empat kali kunjungan ke stadion milik Pemkab Bantul, Mahesa Jenar hanya sekali menang dan sisanya berakhir dengan kekalahan. Dua di antaranya terjadi musim ini yang didapat dari Persija.

 

Taktik Perangkap

Permainan compact defense yang diperagakan armada Jafri Sastra benar-benar menyulitkan Manahati Lestusen dkk. Satu kesalahan di akhir babak pertama itu harus dibayar mahal PS Tira. Kegagalan lini belakang mengantisipasi umpan Ibrahim Conteh sukses dimaksimalkan Bruno Silva menjadi gol.

Jafri, juru taktik asal Payakumbuh itu, memuji habis-habisan kerja keras anak buahnya. Pasalnya, mereka tetap bermain sabar menahan gempuran pemain-pemain tuan rumah.

“Saya sudah tahu kekuatan PS Tira. Saya sempat khawatir kalau Tira main cepat. Tapi ternyata mereka justru masuk perangkap PSIS dan ikut ritme permainan kami,” pelatih 53 tahun itu membeberkan kunci kemenangan timnya.

Kuartet pertahanan Safrudin Tahar, Fauzan Fajri, Rio Saputro dan Gilang Ginarsa nyaris tak diberi kesempatan “bernapas”, guna menghalau serangan klub milik TNI. Kecemerlangan Jandia Eka Putra sebagai tembok terakhir juga semakin membuat frustrasi skuad arahan Nilmaizar.

Jandia, eks kiper Semen Padang sedikitnya membuat tujuh penyelamatan sepanjang laga dengan mematahkan percobaan dari Aleksandar Rakic, Dzmitry Rekish, Jeon Wooyoung dan Ahmad Nufiandani.

Pelatih PS Tira, Nilmaizar juga memuji permainan shot stopper PSIS. “Strategi kami sudah berjalan sesuai rencana. Memang lini serang tidak maksimal karena kiper PSIS lebih bagus,” ucapnya.

Fakta PS Tira vs PSIS– PSIS hanya sekali menang dalam empat laga terakhir di Stadion Sultan Agung. Satu-satunya hasil positif didapat saat mengalahkan Persiba Bantul 2-1 di kompetisi Liga 2 2017

– Musim ini PSIS sudah dua kali kalah dari Persija di Sultan Agung, masing-masing dengan skor 1-4 dan 0-1. Mahesa Jenar juga takluk 0-1 dari PSIM Yogyakarta di stadion yang sama di era Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016

– Musim ini PS Tira sudah menelan enam kekalahan kandang dari 13 kesempatan sejak bermarkas di Sultan Agung

– Kekalahan terbesar The Army di Sultan Agung terjadi pada 8 Juni 2018 saat ditekuk Persija 0-5

– Top skor PS Tira, Aleksandar Rakic baru mencetak tiga gol di Sultan Agung, sedangkan 11 gol lainnya justru dihasilkan di luar kandang

 

Kemenangan Pembalasan

Di Stadion Sultan Agung melawan PS Tira, PSIS bertahan sampai peluit panjang dibunyikan. Kemenangan ini memupuk perolehan 33 poin dan menggusur Persela Lamongan pada peringkat 10.

Hasil tersebut meneruskan tren positif armada besutan Jafri Sastra. Dalam empat laga terkini, mereka belum pernah kalah dengan torehan tiga kemenangan dan sekali seri. Selanjutnya Hari Nur dkk bakal menjamu Sriwijaya FC, Selasa, 23 Oktober 2018.

Kemenangan ini sekligus juga menjadi pembalasan sepadan atas kekalahan yang dialami PSIS di pertemuan pertama. Saat itu dua gol Aleksandar Rakic membuat Mahesa Jenar tertunduk di Stadion Moch Soebroto. PSIS kini mengungguli lima angka dari PS Tira yang menghuni peringkat 16 atau batas atas zona merah.  (*)

 

Reporter: Tri Wuryono
Editor: Eka Handriana
You might also like

Comments are closed.