Libur Akhir Pekan, Saatnya Berburu Buku Murah di TBRS

METROSEMARANG.COM – Minggu (29/10) pagi, Muhammad Yusuf terlihat sibuk menata tumpukan buku-buku di bawah tenda pelataran Taman Budaya Raden Saleh (TBRS). Buku tersebut ditata rapi berjejer dalam beberapa meja. Jumlahnya mencapai kurang lebih 100 ribu.

Obral buku murah di TBRS, Minggu (29/10) pagi. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Tak butuh waktu lama bagi Yusuf untuk mulai mengais rezeki pada hari ini. Beberapa orang mulai berdatangan ke lapak miliknya.

“Di sini banyak yang senang baca buku, tapi toko bukunya tidak banyak. Makanya saya rutin mengobral buku minimal setahun dua kali,” kata Yusuf.

Ia mengatakan menjual buku murah memang punya sensasi tersendiri. Diakuinya bahwa banyak orang yang kesengsem dengan buku murah, selain harganya miring juga bisa membuat klangenan.

“Biasanya yang datang kemari itu orang-orang yang merasa kangen dengan buku zaman dahulu. Harganya pun murah meriah,” ungkapnya, seraya menambahkan bila selama 27 Oktober sampai 1 November, dirinya mengobral buku mulai Rp 5.000-Rp 100 ribu.

Ia mengaku beruntung mampu menangguk untung berlipat tatkala mengobral buku di Semarang. Sebab, pangsa pasarnya kini terbilang tinggi. Penjualan buku di Kota Lumpia hanya kalah dari Jakarta dan Yogyakarta.

Jika momentumnya sedang ramai, 100 ribu buku bisa ludes terjual. Sedangkan bila ada even rutin dua minggu, bisa laku 20 ribu hingga 40 ribu buah.

Ia menyebut buku paling kerap diburu pembeli ialah buku hukum, filsafat, sastra, dan buku aneka tips.

Berta Silvia, mahasiswa Sejarah Undip tak menyia-yiakan kesempatannya untuk berburu buku murah di TBRS. Selain banyak pilihan, juga berharap mendapat buku yang tak terduga.

“Kadang kan ada buku lama, nah selain harganya murah juga banyak judul-judul baru yang tak masuk dalam literasi kita,” ucapnya. (far)

You might also like

Comments are closed.