Libur Panjang Lebaran, Bapenda Antisipasi Munculnya Reklame Liar

METROSEMARANG.COM – Saat libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1438 H dipastikan bakal bermunculan banyak reklame tidak berizin atau liar seperti tahun-tahun sebelumnya. Untuk mengantisipasinya, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang akan mengadakan operasi yustisi minimal tiga kali selama libur dan cuti bersama yang berlangsung 10 hari.

Kepala Bapenda Kota Semarang, Yudi Mardiana Foto: metrosemarang.com/dok

Kepala Bapenda Kota Semarang, Yudi Mardiana mengatakan, pihaknya akan menertibkan reklame-reklame yang tidak berizin dibantu oleh Satpol PP. Karena reklame liar tentu saja akan mengurangi pendapatan daerah dari sektor pajak, apalagi target perolehan pajak tahun ini cukup tinggi mencapai Rp1,190 triliun dan baru terealisasi sekitar 53%.

”Kalau rumah makan, hotel, insyaAllah karena itu obyeknya diam, tidak aktif, pasti kalau ada peningkatan pengunjung bayarnya pun cukup tinggi. Beda dengan reklame ini,” katanya, Rabu (21/6).

Reklame liar bermunculan karena pemasang memanfaatkan situasi yakni dikira petugasnya libur semua saat libur Lebaran. Pemasang juga memasang reklame di sembarang tempat, padahal reklame tidak boleh dipasang selain di tempat yang sudah ditentukan.

Menurutnya, reklame liar tersebut kebanyakan reklame insidentil seperti umbul-umbul, MMT, banner, dan reklame yang melintang. Saat ini pihaknya masih mengkaji apakah pemusnahan hasil sitaan reklame nanti termasuk menyalahi aturan atau tidak, meskipun kalau melihat perda reklame yang sudah disita petugas adalah menjadi milik pemkot.

Reklame liar tersebut utamanya sering muncul di jalan-jalan protokol yang cukup ramai. Seperti Jalan Dr Wahidin, Jalan Gajahmada, daerah Ngaliyan, Pandanaran dan Gombel. Jika tidak ditertibkan maka pihaknya akan kehilangan potensi pendapatan daerah dari sektor pajak yang cukup tinggi.

”Karena jangankan libur 10 hari, Sabtu dan Minggu saja potensi kehilangannya cukup besar, potensi kehilangan pastinya memang belum dihitung, cuman ini preseden buruk yang apabila dibiarkan dikira petugas diam saja,” terangnya.

Pihaknya akan menindak tegas reklame-reklame liar tersebut, tidak akan main-main karena menginginkan target yang mencapai triliunan tersebut dapat tercapai. (duh)

You might also like

Comments are closed.