Liga 1 is BACK! PSIS Siapkan Serangan ke Surajaya

Terbayang Denda dari Komite Disiplin

Meski denda mendera, PSIS Semarang tetap siapkan serangan ke kandang Persela. Stadion Surajaya tercatat belum sekalipun memberi kemenangan buat tim tamu.

KOMPETISI Liga 1 akhirnya bakal kembali digulirkan mulai 5 Oktober 2018. PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi juga merilis adanya revisi jadwal pertandingan, termasuk untuk beberapa laga yang melibatkan PSIS Semarang.

Laman resmi Liga Indonesia pada Selasa, 2 Oktober 2018 menampilkan surat bernomor 4302/UDN/1958/X-2018 tertanggal 1 Oktober 2018. Isinya, menindaklanjuti surat PSSI pada tanggal 25 September 2018 bernomor 4188/UDN/1909/IX-2018 perihal penghentian sementara Liga 1 2018. PSSI memutuskan untuk mencabut status penghentian sementara Liga 1 2018.

psis semarang
PSIS Semarang diganjar denda sekurangnya Rp 130 juta atas keributan yang diciptakan suporter. (foto: dok metrojateng.com)

Surat tersebut ditandatangani oleh Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria. Dalam surat itu, PSSI meminta PT LIB selaku operator kompetisi untuk dapat kembali menjalankan Go-Jek Liga 1 2018, terhitung tanggal 5 Oktober 2018.

PT LIB kemudian meneruskan instruksi PSSI tersebut dengan mengirimkan surat resmi kepada manajemen klub Go-Jek Liga 1, perihal pelaksanaan pertandingan bernomor 284/LIB/X/2018. PT LIB juga memastikan pertandingan yang akan digelar mulai 5 Oktober 2018 merupakan pekan ke-24 yang sempat ditunda karena penghentian kompetisi.

Sesuai jadwal baru yang dirilis PT LIB, beberapa pertandingan PSIS juga mengalami penyesuaian. Pada Jumat, 5 Oktober 2018, skuad Mahesa Jenar bakal menyambangi markas Persela di Stadion Surajaya Lamongan.

Di pekan ke-25, PSIS akan menjamu Barito Putera pada Sabtu, 13 Oktober 2018, yang semula dijadwalkan berlangsung pada 8 Oktober. Adapun laga kontra PS Tira tetap digelar sesuai jadwal semula, yakni Rabu, 17 Oktober 2018.

Perubahan juga terjadi pada laga melawan Sriwijaya FC. Semula PSIS dijadwalkan menjamu Laskar Wong Kito pada 21 Oktober dan berubah menjadi Selasa, 23 Oktober 2018 malam.

Begitu juga untuk laga away melawan Mitra Kukar di pekan ke-28. Jika semula pertandingan dijadwalkan digelar pada 27 Oktober, bergeser menjadi 28 Oktober. Sementara untuk pertandingan lainnya digelar sesuai jadwal, meski ada juga waktunya yang digeser dari sore menjadi malam hari atau sebaliknya.

Jadwal Baru PSIS

vs Persela (away) 5 Oktober
vs Barito Putera (home) 13 Oktober
vs PS Tira (away) 17 Oktober
vs Sriwijaya FC (home) 23 Oktober
vs Mitra Kukar (away) 28 Oktober
vs Arema FC (home) 4 November
vs Borneo FC (away) 9 November
vs Persib (home) 18 November
vs Madura United (away) 26 November
vs Persipura (home) 1 Desember
vs Persebaya (away) 8 Desember

 

 

Getah Denda

Sebelumnya, Komite Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sanksi denda Rp 100 juta kepada PSIS Semarang. Hal itu merupakan buntut dari keributan suporter usai laga kontra Persija Jakarta di Stadion Sultan Agung Bantul, 18 September 2018 lalu. Manajemen Mahesa Jenar juga diganjar denda Rp 30 juta akibat pelemparan botol saat menjamu Perseru Serui.

 

Kami mohon kawan-kawan suporter untuk segera menyadari bahwa emosi dan tingkah laku buruk akan merugikan klub. Yuk sayangi klub kita.

Yoyok Sukawi, CEO PSIS Semarang

Denda itu ditetapkan dalam sidang Komdis PSSI pada Senin, 1 Oktober 2018.  Hasilnya ada 28 keputusan yang didominasi hukuman untuk Persib Bandung dan Persija berkaitan dengan tewasnya salah seorang suporter sebelum laga tersebut digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

Dalam putusan itu “terselip” dua hukuman buat PSIS seperti yang ditulis di atas. PSIS bakal mengajukan banding atas hukuman Rp 100 juta. “Kami sedang kumpulkan bukti-bukti dan fakta-fakta di lapangan untuk memohon keringanan,” kata CEO PSIS Yoyok Sukawi.

Keributan antar-suporter pecah usai pertandingan Persija kontra PSIS yang berakhir dengan skor 1-0 untuk keunggulan tuan rumah. Suporter Persija yang berada di tribun timur saling lempar botol dengan pendukung PSIS di tribun selatan.

Dalam kasus yang sama, Komdis menjatuhkan denda Rp 50 juta untuk Persija. “Kami juga sudah membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) yang diketuai Pak Kairul Anwar (Direktur Utama PSIS),” lanjut Yoyok.

Untuk hukuman saat menjamu Perseru di Stadion Moch Soebroto Magelang, 23 September, PSIS tidak akan mengajukan banding. Anggota Komite Eksekutif PSSI itu meminta hukuman dari Komdis bisa dijadikan bahan introspeksi semua pihak. Sebelumnya, sudah ada kesepakatan bahwa hukuman yang melibatkan suporter akan ditanggung bersama.

“Karena hukuman ini sangat memberatkan, kami mohon kawan-kawan suporter untuk segera menyadari bahwa emosi dan tingkah laku buruk akan merugikan klub. Yuk sayangi klub kita. Kita iuran untuk bayar denda yang sangat berat ini,” kata Yoyok.

Pada kesempatan terpisah, Kairul Anwar mengatakan, materi banding segera disusun setelah tim mengumpulkan bukti-bukti di lapangan. “Kami juga akan meminta laporan dari PP (Pengawas Pertandingan),” ujarnya.

Sanksi tersebut merupakan kali ketiga dijatuhkan Komdis untuk PSIS. Sebelum ini Panpel PSIS juga pernah didenda Rp 50 juta gara-gara pelemparan botol saat laga kontra Mitra Kukar, 28 Mei silam.

 

“Angkernya” Stadion Surajaya

Meski denda mendera, namun ada yang tak bisa dikesampingkan. Yakni pertandingan terdekat. PSIS Semarang bakal menjajal “keangkeran” kandang Persela Lamongan, Stadion Surajaya. Stadion itu tercatat belum sekalipun memberi kemenangan buat tim tamu.

Pasukan Aji Santoso belum sekalipun tersentuh kekalahan dalam 12 pertandingan yang digelar di Stadion Surajaya. Persela mengukir tujuh kemenangan dan lima kali imbang, dengan total mengemas 24 gol.

10 Fakta Jelang Laga Persela vs PSIS:

  1. Persela belum pernah kalah di kandang musim ini. Mereka tujuh kali menang dan lima kali seri, dengan lesakan 24 gol
  2. Hingga pekan ke-23, hanya empat tim yang belum pernah kalah di kandang. Arema FC, Barito Putera, Bhayangkara FC dan Persela
  3. Persebaya, Bali United, Madura United, Perseru Serui dan PSM Makassar adalah tim-tim yang berhasil mencuri poin di Surajaya
  4. Bomber Persela, Loris Arnaud menjadi pemain paling subur saat berlaga di Stadion Surajaya. Torehan 8 gol dari total 12 gol yang dicetak
  5. Playmaker Persela Diego Assis dipastikan absen dalam laga kontra PSIS usai menjalani operasi. Pemain Argentina itu sudah terlibat dalam 10 gol Laskar Joko Tingkir dengan lima gol dan lima assist
  6. Jika dimainkan, Ahmet Atayev menjadi pemain Persela yang paling sering melawan PSIS. Gelandang Turkmenistan sudah lima kali berjumpa Mahesa Jenar musim ini ketika masih berkostum Arema FC. Empat kali di pramusim dan sekali di kompetisi resmi
  7. PSIS baru menghasilkan lima gol dalam 11 kali laga tandang dan sudah kebobolan 19 gol
  8. Bayu Nugroho sudah dua kali menjebol gawang Persela dalam dua kali pertemuan kedua tim
  9. Bruno Silva sudah terlibat dalam 12 gol PSIS (7 gol dan 5 assist), terbanyak di antara pemain lain
  10. PSIS meladeni Persela dengan tiga pelatih berbeda. Pada dua pertemuan sebelumnya, Mahesa Jenar dipimpin Subangkit dan Vincenzo Annese. Untuk laga besok, Jafri Sastra bakal memimpin Hari Nur cs

Tapi, dua kemenangan atas Laskar Joko Tingkir (Persela) dalam dua pertemuan terakhir bisa menjadi modal penting bagi armada besutan Jafri Sastra. Persela jadi ujian PSIS di pekan ke-24 yang masih berjuang meninggalkan papan bawah.

Skuad Mahesa Jenar datang ke Surajaya dengan modal kemenangan 4-2 atas Perseru Serui di pekan sebelumnya. Tapi, Hari Nur Yulianto dkk pantas waspada dengan torehan Persela saat bermain di kandang.

Di sisi lain, PSIS bisa menepuk dada jika melihat statistik pertemuan kedua tim musim ini. Mahesa Jenar selalu menang dalam dua kali kesempatan.

Pertemuan pertama terjadi di fase grup Piala Presiden, 30 Januari 2018. Saat itu PSIS menang dengan skor 1-0. Pada pertemuan kedua di pekan ke-7 Liga 1, 7 Mei 2018, Tim Ibukota Jateng sukses menggebuk Laskar Joko Tingkir dengan skor 3-1.

Saat ini Persela nangkring di peringkat 10 dengan perolehan 31 poin. Sedangkan PSIS di posisi 15 dan mengemas 26 angka. (*)

 

Reporter: Tri Wuryono
Editor: Eka Handriana

 

You might also like

Comments are closed.