Lima Orang Komplotan Penjarah Motor Berhasil Diringkus

image
Empat orang dari lima perampok yang berhasil ditangkap (foto: Yas/Metro)

SEMARANG – Gagal merampas sepeda motor di pertigaan kampus IKIP Veteran, jalan Pawiyatan Luhur Semarang, Selasa (7/10) lalu, lima komplotan perampas motor berhasil dibekuk polisi.

Kelima tersangka yakni Feri (23) warga Gayamsari, Didik (28) warga Kalipancur Ngaliyan, Hadi (16) warga jalan Petek, Mus alias Mustofa (20) warga Penggaron Lor dan Cokro (30) warga jalan Pethek Dadapsari, Semarang, berhasil dibekuk di hari yang sama.

Saat itu, awalnya, korban Eko Hendy Prasetya (29), warga RT 02 RW 02 Polaman Mijen, tengah dalam perjalanan pulang melalui jalan depan kampus Untag Semarang. Namun ia mengalami nasib sial lantaran ban motor yang dikendarainya bocor.

Tiba-tiba muncul kedua pelaku yang berlagak membantu mendorong, tapi korban tidak mau. Kemudian ketika sampai di depan kampus IKIP Veteran, korban dihentikan ketiga pelaku lain yang sudah menunggu. “Para pelaku memaksa korban menuntun motor menuju ke salah satu gang. Di tempat itu, korban di bawah todongan senjata tajam dihajar ramai-ramai, lalu motornya dirampas,” dikutip dari kronologi kejadian yang dirilis Polrestabes Semarang Senin (13/10) siang.

Setelah korban tak berdaya, tersangka Feri melarikan motor ke jalan arah menuju kampus Stikubank, sedangkan lainnya ke arah Sampangan. Saat itulah korban baru berteriak “maling maling”. Warga sekitarnya yang mendengar  teriakan korban berhamburan ke luar rumah dan hendak menolong korban.

Tersangaka Feri yang menuntun motor hasil rampasan kebingungan, ia pun dihajar massa sebelum akhirnya dibekuk anggota Polsek Gajahmungkur. Keempat tersangka lain juga berhasil dibekuk beberapa jam kemudian setelah dilakukan pengembangan dari tersangka Feri.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Polisi Djihartono, didampingi Kasat Reskrim, AKBP Wika, mengatakan komplotan penjahat jalanan dengan sasaran motor ini paling dicari dan sudah menjadi target. “Ulah mereka sangat meresahkan, menodong dan merampas motor”, tutur Djihartono.

Apalagi, lanjut dia, setelah dilakukan penyelidikan lebih mendalam, kelompok tersebut sudah terlibat 9 kasus perampasan motor. Seperti di Siranda mendapat Supra 125, Sigar Bencah Tembalang juga dapat Supra 125, di Tanah Mas dapat Supra X 2000, jalan Imam Bonjol dapat Satria FU, lalu daerah Sekaran, dekat kampus Unnes dan di Pleret masing dapat Yamaha Mio. Sedangkan di luar Semarang,  di Sayung Demak, komplotan tersebut berhasil  menjarah  Kawasaki Ninja R.

“Ulah komplotan perampas motor yang tertangkap ini cukup sadis dan tidak segan-segan menodong senjata tajam hingga melukai korbannya,” tandasnya. (Yas)

You might also like

Comments are closed.