Lima Ribu Mangrgove untuk Selamatkan Pulau Tiban

KENDAL – Abrasi di pesisir utara Kendal makin parah. Gelombang tinggi yang terjadi di Laut Jawa belum lama ini, mengakibatkan sejumlah tanaman cemara laut mati. Pulau Tiban yang menjadi tujuan wisata alternatif kini rusak dan terancam tenggelam.

mangrove kendal
Bakti sosial Polres Kendal menanam 5.000 tanaman bakau di pulau Tiban Desa Kartika Jaya Patebon Jumat (4/5) siang. (foto: metrojateng.com/Edi Prayitno)

 

Untuk mengantisipasi kerusakan yang lebih parah akibat abrasi, 5.000 mangrove ditanam sepanjang Pulau Tiban dan aliran Sungai Kartika Jaya, Kecamatan Patebon Kendal. Kegiatan itu dilakukan  pada Jumat (4/5) pagi.

Ratusan anggota Polres Kendal turut dalam kegiatan tersebut. “Ini merupakan bentuk kepedulian polisi terhadap lingkungan dengan bakti sosial penanaman mangrove,” jelas Wakapolres Kendal, Kompol Sugiyatmo. Dikatakan dia, hal itu dilakukan mengingat minimnya tanaman pemecah gelombang di sepanjang pulau.

Salah satu warga, Mamat mengatakan, penanaman mangrove sangat dibutuhkan. “Beberapa waktu lalu akibat gelombang tinggi pantai pulau Tiban rusak. Kerusakan sudah mendekati tambak dan pemukiman warga yang berada di tepi pantai,” ujarnya.

Pulau Tiban merupakan obyek wisata alternatif di Kendal dan ramai kunjungan. Untuk menuju ke Pulau Tiban, pengunjung harus naik perahu kecil sekitar  duapuluh  menit dari  pemukiman warga. (MJ-01)

You might also like

Comments are closed.