Lintasan Berpasir Dikeluhkan Peserta Trial Game Asphalt

METROSEMARANG.COM – Jalannya  balapan Supermoto Trial Game Asphalt (TGA) 2018 hari kedua, Sabtu (7/4) malam di Sirkuit Mijen, Semarang berlangsung antiklimaks. Guyuran hujan dan kondisi sirkuit yang berpasir membuat para rider sulit menampilkan performa terbaik.

“Tadi setting ban untuk trek basah. Tapi, belum bisa dapat fealing-nya. Jadi juga enggak berani memaksakan, takut jatuh malah kehilangan poin. Di race ini saya main aman dulu yang penting,” ujar juara TGA musim lalu, Doni Tata Pradita saat ditemui metrosemarang.com.

Meski pada babak kualifikasi Doni sempat mendominasi, namun ia hanya mampu meraih posisi ketiga pada putaran pertama kelas Free For All (FFA) 250 cc.

Ivan Harry, pebalap lain juga merasakan kesulitan menaklukkan trek akibat guyuran hujan sore tadi. Ia mengatakan hujan deras yang mengguyur membuat pasir yang berada di luar jalur terbawa air hingga masuk ke dalam lintasan.

“Sirkuitnya banyak pasir, jadi enggak berani ngegas. Agak enggak sesuai harapan, kalau cuma air aja sebenarnya nggak masalah, tapi itu pasir sangat membahayakan,” ujar pebalap asal Solo tersebut.

Hujan deras yang mengguyur sirkuit sepanjang 1,4 kilometer tersebut juga membuat pihak penyelenggara sempat menunda race. Pasalnya cuaca tidak memungkinkan untuk dilakukan balapan karena bisa membahayakan para peserta.

Pada TGA 2018 ini diikuti oleh sekitar 108 starter. Mereka berebut juara di delapan kelas berbeda, mulai dari kelas 150 cc hingga 450 cc. (fen)

You might also like

Comments are closed.