Lolos Degradasi dan Persembahan untuk Jafri

PSIS Vs Persib Bandung

Dengan tiga laga tersisa berarti masih ada sembilan poin yang bisa dikumpulkan setiap tim. Tapi posisi Mahesa Jenar dinilai sudah cukup aman dari ancaman rival di bawahnya.

TRIBUN Stadion Moch Soebroto Magelang telah dipenuhi 19.695 penonton, Minggu, 18 November 2018. Laskar Mahesa Jenar bersiap-siap menyambut “tamunya”. Persib Bandung dijadwalkan bertanding di kandang PSIS hari itu. Ini adalah pekan ke-31 dalam kompetisi Liga 1 musim ini.

Pertandingan dibuka dengan  yang memenuhi tribun stadion. Kedua tim memasuki lapangan hijau dengan misi yang berbeda. Tuan rumah butuh tiga poin untuk memastikan bertahan di kompetisi kasta tertinggi.

Sedangkan Maung Bandung membidik poin penuh demi menjaga persaingan memperebutkan titel juara. Dua pesaing mereka, PSM dan Persija baru saja berbagi skor 2-2 di laga sebelumnya. Artinya, duel melawan PSIS ini bukan beban berat bagi Persib.

Tambahan tiga poin sama-sama menjadi penentu nasib kedua tim di klasemen akhir. Hingga pekan ke-30, tiga tim teratas, Persib Bandung, Persija Jakarta dan PSM Makassar bersaing merebut titel juara. Persib yang memiliki 49 poin dan menghuni peringkat ketiga berambisi memangkas jarak dengan PSM, lima poin di atasnya.

Sedangkan PSIS di peringkat 13 dengan torehan 39 angka, masih berjuang menjauh dari kejaran tim-tim di bawahnya yang sebagian sudah memainkan pertandingan ke-31 hari ini. Mahesa Jenar hanya dipisahkan empat poin dengan Perseru Serui di peringkat 16.

Susunan Pemain

PSIS 4-2-3-1: Jandia Eka Putra–Safrudin Tahar, Rio Saputro, Haudi Abdillah, Gilang Ginarsa, Nerius Alom, Muhammad Yunus; Bayu Nugroho, Ibrahim Conteh, Hari Nur Yulianto, Bruno Silva

Persib 4-2-3-1: I Made Wirawan–Tony Sucipto, Bojan Malisic, Victor Igbonefo, Henhen Herdiana; Hariono, Oh Inkyun, Atep, Agung Mulyadi, Puja Abdilah, Ezechiel Ndouasel

 

3 Gol Melumat Persib

Ternyata PSIS mampu tampil agresif sejak awal laga. PSIS mampu tampil dominan ketimbang tim tamu yang sedang berupaya menjaga asa juara. Mereka langsung mendapat peluang pertama di menit ketujuh. Sepakan Ibrahim Conteh terlalu mudah buat kiper I Made Wirawan.

Menit ke-14, Conteh menyia-nyiakan peluang emas. Menerima umpan lambung dari lini tengah, gelandang Sierra Leone sempat mengontrol bola di dalam area penalti dan diakhiri dengan tendangan keras, namun bola tipis di sisi kanan gawang. Tiga menit berselang, PSIS akhirnya memetik hasil melalui sundulan Bruno Silva usai menerima umpan silang Hari Nur dari sayap kanan.

psis semarang
Gilang Ginarsa dan Aldaier Makatindu merayakan kemenangan PSIS atas Persib. (Foto: metrojateng.com/tri wuryono)

Tim tamu mencoba membalas di menit 25. Tapi eksekusi Puja Abdilah melayang di atas mistar. Bruno Silva nyaris menambah keunggulan PSIS di menit 38. Kali ini sepakan kaki kiri Bruno melesat dari sasaran.

Persib memiliki peluang bagus di akhir babak pertama. Percobaan Oh Inkyun usai menerima sodoran dari Ezechiel Ndouasel masih bisa diamankan Jandia Eka Putra.

Mahesa Jenar memiliki kans saat babak kedua berjalan semenit. Namun sepakan Ibrahim Conteh juga masih melebar. Menit 50 Safrudin Tahar juga mencoba peruntungan, tapi eksekusinya melenceng di kanan gawang.

Peluang PSIS di menit 54 juga belum berbuah hasil. Tendangan bebas Bruno Silva bisa ditepis Made Wirawan dan bola menghantam mistar. Peluang terbaik Persib hadir di menit 59. Heading Ezechiel Ndouasel ditepis dengan susah payah oleh Jandia.

PSIS harus menunggu sampai menit ke 68 untuk mencetak gol kedua. Hari Nur Yulianto sukses menuntaskan umpan Bruno Silva dan membawa tuan rumah menjauh. Namun PSIS makin tak terbendung setelah Ibrahim Conteh mengukir gol ketiga di menit 75. Kali ini Bayu Nugroho yang menjadi kreator.

 

Sesuai Rancangan

Di babak pertama saja pasukan Jafri Sastra mampu menciptakan empat peluang dan satu berbuah gol oleh Bruno Silva di menit 17. Sedangkan Persib melepaskan tiga percobaan dan hanya satu yang tepat sasaran.

Selepas turun minum, permainan tuan rumah semakin berkembang. Setidaknya ada tujuh peluang yang dihasilkan dan dua di antaranya menjadi gol melalui Hari Nur (69) dan Ibrahim Conteh (74).

“Permainan hari ini berjalan seperti skema yang sudah kami rancang. Bahkan saat meeting sebelum pertandingan, kami juga menonton highlight pertemuan pertama. Dan kami percaya ada banyak celah yang bisa kami manfaatkan. Salut untuk kerja keras pemain,” kata Jafri Sastra usai pertandingan.

Pelatih asli Payakumbuh itu menyebut gol kedua menjadi momentum timnya kembali bangkit setelah sempat berada di bawah tekanan lawan. “Babak pertama kami melewatkan beberapa peluang bagus dan anak-anak sempat dalam tekanan. Tapi setelah gol kedua, permainan menjadi milik kami,” tandasnya.

Bek Haudi Abdillah memuji kolektivitas yang diperagakan timnya. Menurutnya, semua lini bermain luar biasa. “Bagaimana compact defense yang kami perlihatkan hari ini sangat luar biasa. Semua lini bermain solid dan penyelesaian akhir yang benar-benar sempurna,” ucapnya.

 

Kans Persib Menipis

Usaha Persib dengan memainkan Jonathan Bauman dan Ghozali Siregar tetap belum mampu membendung agresivitas PSIS. Meski mampu menciptakan empat peluang, namun tak satupun bisa dikonversi menjadi gol.

Bagi Persib, kekalahan ini membuat kans juara menipis. Victor Igbonefo cs gagal memepet PSM di puncak klasemen dan masih tertahan di peringkat ketiga dengan poin 49. Persib memulai laga di Stadion Moch

“Kami bermain bagus dan menciptakan sejumlah peluang. Tapi saya sangat menyesalkan kenapa kami kebobolan banyak gol,” Mario Gomez, pelatih Persib.

Performa Persib belakangan ini memang merosot drastis. Dari tujuh laga terakhir, mereka hanya sanggup memetik satu kemenangan. Empat laga lainnya berakhir dengan kekalahan dan sisanya seri. Berkebalikan dengan PSIS yang telah mengemas empat kemenangan, sekali seri dan dua kali kalah dalam tujuh pertandingan terkini.

Faktor Bobotoh dinilai turut berperan di balik performa timnya. Dalam tujuh laga tersebut Persib tidak didampingi suporter mereka yang dihukum Komdis, buntut tewasnya pendukung Persija, Haringga Sirila.

“Masalah yang kami hadapi memang sangat kompleks. Ketidakhadiran Bobotoh salah satunya. Bagaimanapun Persib dan Bobotoh sudah seperti bagian tubuh, ketika salah satu sakit, semua juga ikut merasakan,” beber Yaya Sunarya, Pelatih Fisik Persib Bandung.

 

Lolos Degradasi

Tiga gol PSIS ke gawang Persib Bandung itu berakhir tanpa balasan. Kemenangan tersebut membawa PSIS berada di atas angin dalam persaingan menghindari degradasi. Mahesa Jenar hampir dipastikan aman dari ancaman degradasi dan sementara unggul enam angka di atas Sriwijaya FC yang menghuni peringkat 16.

psis semarang
Selebrasi Ibrahim Conteh usai mencetak gol ke gawang Maung Bandung. (Foto: metrojateng.com/tri wuryono)

Masih ada tiga pertandingan tersisa. Tim Ibukota Jateng ini masih menyimpan satu laga kandang melawan Persipura Jayapura pada 1 Desember mendatang. Sedangkan dua laga lainnya berlangsung di kandang lawan. PSIS dijadwalkan meladeni Madura United pada 26 November dan laga pamungkas kontra Persebaya Surabaya, 8 Desember.

Dengan tiga laga tersisa berarti masih ada sembilan poin yang bisa dikumpulkan setiap tim. Tim-tim yang peringkatnya di bawah PSIS akan terlibat duel head to head. Mitra Kukar bakal bertemu PS Tira dan Sriwijaya FC. Begitu juga dengan PSMS yang masih harus duel kontra PS Tira.

Tapi posisi Mahesa Jenar dinilai sudah cukup aman dari ancaman rival di bawahnya. Saat ini zona degradasi dihuni PSMS Medan (34 poin), Perseru Serui (35) dan PS Tira (36). Sedangkan Mitra Kukar dan Sriwijaya FC juga memiliki poin 36. Bahkan PSIS juga hampir dipastikan dapat bertahan di Liga 1 musim depan. Saat ini posisi PSIS naik ke peringkat sembilan dengan poin 42.

 

Persembahan Suporter untuk Jafri

Duel PSIS kontra Persib Bandung di Stadion Moch Soebroto Magelang itu menjadi momentum yang tak terlupakan bagi Jafri Sastra. Ia mendapat “hadiah” spesial dari kelompok suporter Panser Biru.

Pada awal babak kedua, ribuan suporter yang menempati tribun selatan tersebut membuat koreografi tiga dimensi dengan poster bergambar Jafri Sastra di tengah-tengahnya. Sedangkan di kedua sisi berisi angka 185 dan 1932 yang merujuk tahun kelahiran PSIS.

“Itu sangat luar biasa dan saya sama sekali tidak duga sebelumnya. Tentunya saya sangat mengapresiasi atas dukungan yang diberikan oleh suporter,” kata Jafri seusai laga. Pelatih 53 tahun itu terkesan dengan sambutan suporter Semarang. Meski baru bergabung di paruh musim, Jafri mampu mencuri hati fans.

psis semarang
Koreo Panser Biru yang ditujukan untuk Jafri Sastra. Duel PSIS kontra Persib disaksikan 19.695 penonton. (Foto: metrojateng.com/tri wuryono)

“Saya datang ketika posisi tim sedang kurang bagus. Tapi saya hanya berusaha menerapkan ilmu yang saya punya, dan alhamdulillah pemain juga mampu memberikan yang terbaik untuk masyarakat Semarang,” dia menambahkan.

Jafri direkrut untuk menggantikan Vincenzo Alberto Annese yang dipecat usai menjalani 20 pertandingan. Pasahal saat itu Jafri juga baru saja diputus kontrak oleh Persis Solo. Eks pembesut Persipura Jayapura punya tugas berat untuk mendongkrak posisi Mahesa Jenar dari zona merah. Jafri pun menjawab tantangan tersebut.

Setidaknya dari 11 laga yang sudah dilalui, PSIS-nya Jafri lebih baik ketimbang Annese, dengan menorehkan tujuh kemenangan, sekali seri dan tiga kali kalah. Dengan jumlah pertandingan yang sama, PSIS-nya Annese hanya sanggup mengukir tiga kali menang, dua imbang dan enam kekalahan.

Dalam 11 pertandingan bersama Jafri Sastra, PSIS sudah mengumpulkan 22 poin dan bertengger di peringkat 10. Di era Annese, Mahesa Jenar hanya mengemas 20 poin dari 20 laga.

Meski sudah hampir dipastikan lolos dari degradasi, Jafri berjanji akan berusaha membawa timnya meraih hasil maksimal di tiga laga tersisa. “Tentu kami berharap terus dukungan suporter, karena masih ada satu pertandingan home lawan Persipura,” tandasnya. (*)

 

Reporter: Tri Wuryono
Editor: Eka Handriana
You might also like

Comments are closed.