Lomba Nyanyi Buddhis, Tanamkan Semangat Waisak Lewat Lagu

Detik-detik pengumuman pemenang Lomba Nyanyi Buddhis di Java Mall, Selasa (2/6). Foto: metrosemarang.com/achmad nurseha
Detik-detik pengumuman pemenang Lomba Nyanyi Buddhis di Java Mall, Selasa (2/6). Foto: metrosemarang.com/achmad nurseha

SEMARANG – Makna Hari Raya Waisak masih belum begitu dimengerti oleh masyarakat secara umum, bahkan umat Budha sendiri. Dimana hari suci bagi umat Budha tersebut masih belum dianggap sakral oleh masyarakat secara umum sebagaimana hari-hari besar agama lainnya.

Hal itu yang mendasari Yayasan Pendidikan Buddha Demmasekha Gautama Semarang menggelar Lomba Nyanyi Buddhis bagi anak-anak di Atrium Lantai 3 Java Mall, Selasa (2/6). Acara tersebut sekaligus menjadi media untuk memperkenalkan makna Hari Waisak sejak usia dini.

“Masyarakat Indonesia, khususnya Semarang masih belum banyak yang tahu apa makna Hari Waisak, bahkan umat Budha sendiri juga. Dengan acara seperti ini, kami selain perkenalkan Waisak kepada anak-anak umat Budha juga untuk bersosialisasi kepada masyarakat,” terang Humas Yayasan Pendidikan Budha Demmasekha Gautama Semarang, Eddy kepada metrosemarang.com.

Lomba yang digelar kali kedua ini diikuti sebanyak 60 peserta yang berasal dari beberapa daerah se Jawa Tengah. Lagu pujian-pujian kepada Budha sebagai lagu wajib bagi semua peserta.

“Masih banyak anak-anak yang belum tersentuh pembinaan tentang Agama Budha. Dengan acara-acara seperti ini diharapkan bisa menanamkan budi-budi luhur Sang Budha mulai usia dini,” tambahnya. (ans)

You might also like

Comments are closed.