LPSK: Fadli Zon Buat Rakyat Takut Awasi Pemilu

image
Ronny Maryanto

SEMARANG – Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyatakan, tindakan Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon yang mempolisikan aktifis antikorupsi Ronny Maryanto tidak bisa dibenarkan. Fadli jelas membuat masyarakat takut berpartisipasi dalam mengawasi pemilu

Ketua LPSK, Abdul Haris Semendawai, mengatakan, Ronny adalah seorang warga yang ingin berpartisipasi dalam mendukung pemerintahan yang bersih dan demokratisasi yang fair. Usaha itu harus dihormati, bukan malah dianggap mencemarkan nama baik lalu dipidanakan.

“Kalau laporan Ronny dianggap salah, sebagai pejabat publik Fadli Zon seharusnya mampu bersikap bijak  dan memberi kesempatan Ronny untuk meminta maaf atau mencabut tuduhan,” katanya, Jumat (7/11).

Haris juga mengritik penyidik Mabes Polri karena menurutnya terburu-buru menyidik dan menetapkan Ronny sebagai tersangka. Penyidik seharusnya mengutamakan mediasi antara pelapor dan terlapor. “Kasus tukang sate yang diduga mencemarkan Presiden Jokowi bisa jadi contoh. Setelah dimediasi, akhirnya Jokowi memaafkan,” katanya.

Penyidik tidak bisa hanya beralasan bahwa ada laporan yang harus diproses. Sebaiknya, dilihat dulu latar belakang dugaan pencemaran nama itu, apakah karena kepentingan pribadi atau ada kepentingan publik. “Ini bukan kasus antarpribadi. Ini antara warga dan pejabat publik, harus dibedakan,” katanya.

Meski demikian, LPSK belum mengambil sikap apakah akan melindungi Ronny. “Kami akan mempelajari dulu kasusnya, sementara wait and see dulu,” tandasnya.

Kasus bermula saat Fadli Zon kampanye Pilpres di Pasar Bulu Kota Semarang, 2 Juli lalu. Saat itu ia terlihat membagi-bagikan uang kepada warga. Ketua Komisi Penyelidikan Pemberantasan Korupsi Kolusi dan Nepotisme Jateng, Ronny Maryanto pun melaporkannya ke Panwaslu Kota Semarang atas dugaan money politic.

Namun Fadli Zon tak terima dan melaporkan empat orang ke Mabes Polri. Selain Ronny Maryanto, terlapor lain ialah jurnalis Tribun Jateng Raka F Pujangga, editor Tribunnewss Hasanudin Acu, dan Direktur Tribunnews Herman Darmo.

Atas laporan tersebut, sejauh ini baru Ronny Maryanto yang ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan tiga lainnya diperiksa sebagai saksi. (MS-08)

You might also like

Comments are closed.