LRC-KJHAM: Semarang Butuh Perda Perlindungan Perempuan

LRC-KJHAM menggelar aksi di Bundarab Tugu Muda Semarang dalam rangka memperingati Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, Rabu (25/11). Foto: metrosemarang.com/ade lukmono
LRC-KJHAM menggelar aksi di Bundarab Tugu Muda Semarang dalam rangka memeringati Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, Rabu (25/11). Foto: metrosemarang.com/ade lukmono

 

METROSEMARANG.COM – Memeringati Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan sedunia yang dimulai hari ini, Rabu (25/11) hingga 10 Desember mendatang, belasan wanita Legal Recources Centre untuk Keadilan Jender dan Hak Asasi Manusia (LRC-KJHAM) Semarang menggelar aksi di Bundaran Tugu Muda Semarang. Aksi yang juga diikuti wanita-wanita dari berbagai elemen masyarakat ini rencananya akan dilanjutkan dengan audiensi dengan DPRD Kota Semarang.

Koordinator Aksi, Elina Lestariyanti mengatakan, digelarnya aksi ini adalah mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) untuk memberikan dukungan terhadap RUU Penghapusan Kekerasan Seksual untuk masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2016 melalui surat resmi kepada DPR RI.

“Kami ingin Pemda melahirkan Peraturan Daerah (Perda) mengenai perlindungan perempuan. Di kota besar sekelas Kota Semarang, sampai sekarang belum ada. Padahal di kota-kota kecil di sekitar Semarang sudah mempunyai Perda tentang perlindungan perempuan,” kata Elina Lestariyanti di sela-sela aksi

Dia merasa miris, dengan tidak adanya Perda yang melindungi, Kota Semarang akan mempertahankan gelar sebagai kota yang mempunyai tingkat kekerasan terhadap perempuan tertinggi di Jawa Tengah.

“Di Jawa Tengah, tercatat 477 kasus kekerasan terhadap perempuan pada 2014 lalu. Dan Kota Semarang merupakan penyumbang angka tertinggi di Jawa Tengah, yakni 177 kasus,” terangnya. (ade)

You might also like

Comments are closed.