LSI Denny JA: Tanpa Petahana, Buwas dan Ferry Bersaing Ketat di Pilgub Jateng

METROSEMARANG.COM – Ferry Juliantono dan Budi Waseso (Buwas) diprediksi bakal bersaing ketat pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng 2018. Namun, skenario itu bisa terjadi jika calon petahana, Ganjar Pranowo tidak lagi maju dalam bursa pencalonan.

Ilustrasi

Hasil survei LSI Network Denny JA menyebutkan, Ganjar masih menjadi cagub paling populer, dengan elektabilitas di atas 50 persen. Hanya saja, sampai sekarang PDI Perjuangan sebagai partai pengusung utamanya belum juga memberikan rekomendasi untuk pencalonannya yang kedua kali.

“Muncul spekulasi PDIP tak lagi mengusung Ganjar sebagai cagub kedua kali. Jika itu yang terjadi, Pilkada Jateng 2018 akan membuka peluang terjadinya pertarungan seru,” kata Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA, Toto Izul Fatah dalam keterangan tertulis, Kamis (7/12).

Spekulasi bahwa Ganjar tidak menerima rekomendasi dari PDIP muncul sebab namanya kerap disebut sebagai salah satu mantan anggota DPR RI yang diduga turut kecipratan duit korupsi e-KTP. 

Apabila Ganjar tidak mencalonkan lagi, setidaknya ada empat calon potensial yang akan bersaing pada Pilgub Jateng 2018. Mereka adalah Ferry Juliantono (Gerindra), Budi Waseso yang belakangan mulai santer akan diusung PDIP,  Sudirman Said (Gerindra) dan Marwan Jafar (PKB).

Namun, dari data hasil survey terbaru LSI, pertarungan sengit potensial terjadi antara Buwas dan Ferry Juliantono. Dalam simulasi head to head, Buwas dipepet tipis oleh Ferry dengan selisih 1 persen saja, yakni Buwas 12 persen dan Ferry 11 persen.  

“Secara statistik, posisi elektabilitas yang tipis dalam margin of error seperti itu cukup sulit untuk bisa disebut siapa pemenangnya atau siapa yang lebih unggul. Sementara yang lainnya, Sudirman Said dan Marwan Jafar sebenarnya juga punya potensi yang sama untuk menyalip,” papar Toto.

Itu artinya, baik Buwas, Ferry, Sudirman Said dan Marwan, sama-sama masih menyimpan modal yang bisa didongkrak agar lebih dikenal. Buwas misalnya, baru dikenal tak lebih dari 27 persen saja. 

Baik Buwas maupun Ferry sama-sama memiliki tingkat kepuasaan yang cukup tinggi, khususnya Ferry (70 persen). “Jika saja Buwas dan Ferry bisa mendongkrak pengenalannya hingga 70 persen dalam satu atau dua bulan ke depan, keduanya potensial menembus angka elektabilitas 25 sampai 30 persen,” ujarnya. 

Berbeda dengan Ganjar Pranowo yang sudah aman dan nyaris berbanding lurus antara tingkat pengenalannya yang 95 persen dengan kesukaannya yang 90 persen. Sehingga wajar jika elektabilitasnya sudah diatas 50 persen dalam berbagai simulasi.

Bagi para kandidat selain Ganjar, menurut Toto masih harus bekerja keras. Selain mendongkrak pengenalan dan kesukaan, juga membangun image/citra personal sesuai dengan yang diinginkan mayoritas publik Jateng. Yaitu, sikap dan keperibadian yang ramah, santun, jujur dan merakyat (90 persen), Bebas dari korupsi (93 persen) dan sanggup menyelesaikan masalah (90 persen). 

“Jika image itu mampu dilengketkan dengan figure yang bertarung tadi, potensi kesukaannya diprediksi akan semakin naik dan tentu saja berefek electoral terhadap keterpilihan calon tersebut,”  kata Toto. (*)

 

You might also like

Comments are closed.