Luapan Sungai Beringin Tinggalkan Lumpur dan Sampah di Rumah Warga

METROSEMARANG.COM – Puluhan warga Kelurahan Mangkang Wetan RT 3 RW 3 Kecamatan Tugu Kota Semarang, Selasa (6/2) pagi tadi masih melakukan gotong royong membersihkan lingkungan setelah kejadian banjir yang terjadi pada Senin (5/2) kemarin.

Warga gotong royong membersihkan lumpur pasca banjir di Kelurahan Mangkang Kulon, Selasa (6/2). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Banjir dari luapan Sungai Beringin itu mencapai 1 meter akibat tanggul sungai ada yang jebol sepanjang 15 meter. Tarno, salah satu warga korban banjir mengatakan, jebolnya tanggul di RT 3 RW 3 itu mengakibatkan banjir menggenangi permukiman.

‘’Kita sudah diberitahu warga lain kalau arus sungai di wilayah atas sangat deras, tapi tiba-tiba ada bagian tanggul yang jebol dan air dengan cepat membanjiri permukiman warga,’’ katanya, Selasa (6/2).

Menurutnya arus air yang menerjang permukiman sangat deras, sehingga warga yang rata-rata sedang bekerja tidak sempat menyelamatkan barang-barangnya. Banjir juga baru surut pada malam hari sehingga menyisakan sampah dan lumpur cukup tebal yang menutupi jalan-jalan kampung.

Warga lainnya, Sri Umiyati juga mengatakan, saat banjir rumahnya dalam kondisi kosong karena dirinya sedang bekerja, sehingga tidak sempat menyelamatkan beberapa barang elektronik miliknya yang rusak terendam genangan banjir.

‘’Ketebalan lumpur di rumah saya sampai 30 centimeter, sampai semua alat elektronik yang ada di dalam rumah konslet terendam banjir,’’ katanya.

Warga meminta Pemerintah Kota Semarang dapat segera menutup tanggul yang jebol. Karena warga khawatir saat ini sering terjadi hujan deras yang sewaktu-waktu dapat kembali menyebabkan banjir dan menggenangi rumah-rumah warga.

‘’Kami mengharapkan pemerintah kota segera melakukan penanganan darurat menutup tanggul jebol dengan karung pasir, dan upaya permanen dengan mengatasi pendangkalan dan penyempitan Sungai Beringin,’’ tegasnya. (duh)

You might also like

Comments are closed.