Lubang di Sisi Kiri Mahesa Jenar

METROSEMARANG.COM – Seabrek pekerjaan rumah sudah menunggu Eko Riyadi saat pasukannya kembali menggelar latihan rutin, Selasa (17/5) sore nanti. Pembenahan bukan semata untuk mendongkrak produktivitas gol, tapi juga menambal lubang di sisi kiri permainan Mahesa Jenar.

Hasil imbang tanpa gol kala menjamu Persibat Batang, Minggu (15/5) kemarin, meninggalkan banyak catatan untuk skuat polesan Eko Riyadi. Usai menjalani dua laga di Indonesia Soccer Championship (ISC) B, M Yunus dan kolega belum sanggup menjaringkan sebiji gol ke gawang lawan.

Hari Nur Yulianto (22) masih kesulitan mencetak gol. Foto: metrosemarang.com/Tri wuryono
Hari Nur Yulianto (22) masih kesulitan mencetak gol. Foto: metrosemarang.com/Tri wuryono

Seretnya produktivitas gol pasukan Eko Riyadi memang sedikit ganjil jika menilik barisan juru gedor yang dipunya PSIS. Di tim ini masih bercokol Hari Nur Yulianto, pengoleksi 13 gol di Divisi Utama 2014 dan top skor Polda Jateng Cup 2015 Johan Yoga Utama.

Tapi, sebagus apapun kualitas striker yang dimiliki, bukan jaminan bakal menghadirkan banyak gol jika tak mendapat suplai memadai dari pemain di sekelilingnya. Inilah yang terjadi di kubu Mahesa Jenar saat ini.

Ketiadaan playmaker membuat pemain-pemain PSIS kebingungan saat meladeni Persibat yang menumpuk pemainnya di daerah pertahanan sendiri. “Para pemain memang kurang sabar saat tim lawang menerapkan strategi bertahan. Ini menjadi PR yang harus segera dibenahi sebelum menjamu PSIM,” kata Eko Riyadi, Selasa (17/5).

Masalah bukan saja di barisan gelandang. Sisi kiri permainan PSIS juga mendesak untuk dilakukan pembenahan. Celah inilah yang kerap dimanfaatkan Persibat melalui Engkus Kuswaha saat mereka melancarkan serangan balik.

Kombinasi Topas Pamungkas dan Feri Ariawan belum bisa menghadirkan rasa nyaman di sektor kiri. Mereka sering terlambat bertahan ketika PSIS kehilangan bola. Sampai-sampai M Yunus harus turun ke kotak penalti untuk menutup celah yang ditinggalkan kedua pemain ini.

Padahal, kehadiran Topas diharapkan menjadi solusi mengatasi kelemahan di sisi kiri pertahanan yang sebelumnya diisi Taufik Hidayat. Minimnya masa adaptasi bisa menjadi pengecualian. Maklum, eks kapten PSIM ini baru bergabung dua hari sebelum kick off lawan Persibat.

“Kami berharap pemain-pemain baru bisa segera menyatu dengan tim. Selama ini kami memang mengandalkan kolektivitas, sehingga jika ada satu pos yang tidak maksimal, tentunya juga akan mempengaruhi permainan,” tutur Eko.

Hingga pekan ketiga ISC B, PSIS masih tertahan di peringkat lima Grup 4 dengan koleksi dua angka. M Yunus cs dijadwalkan meladeni tantangan PSIM di Stadion Jatidiri, Sabtu (21/5) mendatang. (twy)

You might also like

Comments are closed.