Lumpia Semarang Kini Makin ‘Gaul’ dengan Tambahan Jamur dan Mete

Lumpia 'Gaul' dengan tambahan jamur dan mete, bakal menjadikan kudapan khas Semarang ini semakin mendunia. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Lumpia ‘Gaul’ dengan tambahan jamur dan mete, bakal menjadikan kudapan khas Semarang ini semakin mendunia. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

 

METROSEMARANG.COM – Untuk memerkenalkan lumpia kepada dunia internasional, sejumlah pedagang di Semarang terus berupaya membuat kreasi baru. Bahkan, pewaris lumpia asli Semarang kini menyajikan lumpia rasa jamur dan mete guna memanjakan lidah anak muda yang datang ke Ibukota Jateng.

“Biar makin mendunia, kami bikin lumpia dari jamur merang dan mete. Dan setelah dilaunching 12 Desember kemarin banyak yang bilang kalau lumpia dagangan saya gaul karena ada metenya,” kata Meliani Sugiarto, pewaris lumpia Semarang, kepada metrosemarang.com, di tokonya Jalan Gajahmada, Rabu (16/12).

Agar rasanya tambah lezat, Meliani mengaku meracik mete dan jamur dengan irisan rebung ditambah kocokan butir telur. Rebung ia dapatkan dari pemasok di luar Kota Semarang, sedangkan bahan baku jamur dan mete diperoleh dari petani di sejumlah daerah Jawa Tengah.

Meliani lantas melanjutkan, lumpia mete atau kerap disebut Raja Nusantara ini dijual murah. Para penikmat rasa, cukup merogoh kocek Rp 18 ribu per porsi untuk mencicipi rasanya yang unik.

“Setiap hari selalu terjual 300 biji. Ini juga jadi kado Natal terindah bagi para pemanja lidah yang datang ke Semarang,” ujar Meliani.

Tak hanya itu saja, untuk memasarkan lumpia Raja Nusantara ini, ia bekerjasama dengan PT KAI. Tujuannya, supaya lumpia kreasinya bisa dicicipi para pelancong yang naik kereta selama long weekend Natal dan Tahun Baru 1 Januari 2016 mendatang. Dengan memberikan potongan harga 25 persen, ia ingin para pelancong menyerbu ke tokonya untuk memborong lumpia mete tersebut.

“Kami baru teken perjanjian dengan KAI bulan kemarin dan semoga ini jadi sajian unik bagi para penumpang kereta pada long weekend Natal,” jelasnya.

Meliani menambahkan, dua bank umum juga diajak bekerjasama memasarkan lumpia mete kreasinya. Caranya, para nasabah dua bank itu cukup menukarkan kartu viestanya agar dapat diskon 30 persen.

Ia berharap, dengan semua upaya ini ke depan mampu menjadikan lumpia sebagai kudapan khas Semarang ini yang dikenal di seantero negeri. (far)

 

 

You might also like

Comments are closed.