Lumpur Banjir Kanal untuk Bahan Reklamasi Pantai Semarang

Kondisi Sungai Banjir Kanal Barat setelah diguyur hujan, Senin (4/5) siang. Sedimentasi yang terjadi membuat sungai ini tidak bisa maksimal sebagai pengendali banjir. Foto: metrosemarang.com/dok twitter
Kondisi Sungai Banjir Kanal Barat setelah diguyur hujan, Senin (4/5) siang. Sedimentasi yang terjadi membuat sungai ini tidak bisa maksimal sebagai pengendali banjir. Foto: metrosemarang.com/dok twitter

SEMARANG- Normalisasi Banjir Kanal Barat yang menghabiskan ratusan miliar rupiah terancam tak berarti karena sedimentasi lumpur yang tinggi. Lumpur itu diusulkan dikeruk berkala kemudian dibuang ke bibir pantai sekaligus sebagai dasar reklamasi.

Kepala Dinas Ciptakaru Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (Ciptakaru) Jateng Maladiyanto mengatakan, dibutuhkan lahan khusus untuk pembuangan sampah lumpur dari aliran Banjir Kanal Barat dan kolam retensi di Rumah Pompa Drainase Kali Semarang. Luas lahan yang diusulkan 20 hektare dan berada di bibir pantai utara di sebelah Rumah Pompa Drainase Kali Semarang.

“Lokasi yang kami usulkan berupa pantai, jadi perizinan harus ke pemerintah pusat,” katanya, Senin (11/5).

Rumah pompa drainase Kali Semarang juga butuh peningkatan kualitas dan kuantitas personil. Saat ini hanya ada 24 tenaga honorer untuk mengelola instalasi seharga Rp 460 miliar tersebut. Idealnya, instalasi tersebut dipimpin empat insinyur dan tenaga pendukung teknis.

“Saat banjir mendadak di malam hari, kita kelabakan dan terlambat memompa air,” katanya.

Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Jateng Prasetyo Budhie menjelaskan, usulan penampungan lumpur sudah masuk dan akan segera diproses. Perizinan akan melibatkan Bappeda dan Dishubkominfo Jateng.

Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan, lokasi pembuangan lumpur di bibir pantai tersebut bisa digunakan untuk lahan reklamasi. Di atasnya bisa dibangun rumah susun untuk ditempati warga Semarang utara yang rumahnya terus tenggelam karena rob dan penurunan air tanah.

“Saya akan dorong pengurusan izinnya,” tegasnya. (byo)

You might also like

Comments are closed.