Lupakan 16 Besar, Sragen United Revisi Target

METROSEMARANG.COM – Kekalahan dari PSIS memupus kans Sragen United untuk melaju ke fase 16 besar. Kini tim berjuluk Laskar Gajah Purba itu mengalihkan fokus memenangi empat laga sisa, sekaligus menghidupkan peluang bertahan di Liga 2 melalui jalur play off.

Bek Sragen United, Ikhsan Hadi berduel dengan pemain PSIS Melcior Majefat. Sragen United harus melupakan babak 16 besar usai dikalahkan Mahesa Jenar. Foto: metrosemarang.com

Bertanding di Stadion Jatidiri, Minggu (6/8), gawang Sragen United dua kali dibobol Taufik Hidayat lewat tendangan bebas. Skuad racikan Kahudi Wahyu kesulitan membongkar pertahanan PSIS dan justru lebih banyak tertekan.

Satu-satunya peluang terbaik dimiliki Gugum Gumilar di awal babak pertama. Namun, striker pinjaman dari Persik Kediri itu gagal menaklukkan kiper Aji Bayu, meski sudah lolos dari penjagaan bek PSIS.

Manajer Sragen United Ismu Puruhito mengakui kekalahan dari PSIS membuat peluang timnya melaju ke babak 16 besar nyaris tertutup. “Peluang lolos ke babak 16 besar sudah tertutup. Sekarang kami harus merevisi target dan memenangi empat pertandingan tersisa,” kata dia.

Kekalahan tersebut membuat Sragen United merosot ke peringkat enam Grup 4. Ramadhan Saputra dkk baru mengoleksi 10 poin dari 10 pertandingan. Mereka tertinggal 11 poin dari PSIR Rembang di posisi runner up yang menjadi batas terakhir lolos ke babak 16 besar.

Bertahan di Liga 2 menjadi target realistis yang ingin dicapai Sragen United. Seperti diketahui, dua tim teratas masing-masing grup dipastikan bertahan di Liga 2. Sedangkan peringkat 3 dan 4 bakal bertarung di babak play off untuk menjaga asa berlaga di kompetisi kasta kedua. Sedangkan peringkat 5-8 dipastikan terdegradasi.

Saat ini ada tiga tim yang masih bertarung memerebutkan peringkat keempat. Selain Sragen United, masih ada PPSM Magelang (12 poin) dan Persipur Purwodadi (11 poin). Posisi dua terbawah dihuni Persipon Pontianak dan Persiba Bantul yang baru mengumpulkan 4 poin. Sementara, posisi tiga besar hampir pasti menjadi milik PSIS (25 poin), PSIR Rembang (21 poin) dan Persis Solo (20 poin).

Perombakan skuad di putaran kedua, menurut Ismu juga turut berpengaruh terhadap performa tim. Setelah melepas 9 pemain, tim yang bermarkas di Stadion Citarum ini mendatangkan sekitar 10 penggawa anyar. Nahkoda tim juga baru saja berganti dari Jaya Hartono ke Kahudi.

“Cukup sulit memadukan pemain-pemain baru dalam waktu yang singkat. Apalagi mereka juga bergabung secara bertahap,” tukasnya.

Pelatih caretaker, Kahudi Wahyu cukup kecewa dengan kekalahan ini. Dia menilai seharusnya timnya bisa mendapatkan hasil yang lebih baik. “Kami kebobolan dari gol-gol yang sebenarnya tidak perlu terjadi,” ujarnya.

Eks gelandang PSIS ini menyoroti performa kiper Reza Pratama. “Gol pertama itu seharusnya bolanya kiper,” kata dia.

Selanjutnya Sragen United akan melawat ke kandang Persiba Bantul pada 10 Agustus dan menjamu PSIR Rembang, Minggu (20/8). Setelah it Ramadhan Saputra cs bakal away ke Purwodadi untuk menantang Persipur pada 27 Agustus dan menjamu PPSM di Stadion Citarum, Minggu (10/9). (twy)

 

You might also like

Comments are closed.