Lupakan Nostalgia, Herkis Siapkan Kejutan untuk PSIS

image
Heri Kiswanto (kiri) tak mau begitu saja memberi kemenangan kepada PSIS. Foto Metrojateng

SEMARANG – Sepuluh tahun silam, Heri Kiswanto menjadi tumpuan untuk mengangkat prestasi PSIS yang tengah terpuruk. Tapi, Sabtu (4/10) sore nanti, dia bakal kembali menjejakkan kaki di Stadion Jatidiri sebagai lawan Mahesa Jenar.

Heri Kiswanto memang pernah cukup akrab dengan publik sepakbola di Kota ATLAS. Datang di pertengahan musim 2003/2004, Herkis dibebani tugas yang cukup berat, yakni mempertahankan PSIS di papan tengah Liga Indonesia.

Saat itu, pria asal Banda Aceh tersebut diberi mandat untuk membesut Foffe Kamara cs memggantikan Cornelis Soetadi yang dianggap gagal. Meski hanya setengah kompetisi, Heri sudah lumayan paham dengan kultur sepakbola di Semarang.

Mengomentari bentrok melawan mantan timnya tersebut, Heri mengaku sudah siap. Namun, pelatih kelahiran April 1959 itu menegaskan bahwa kedatangannya ke Semarang bukan sekadar bernostalgia dengan kawan-kawan lama.

“Untuk sementara, saya harus melupakan persaudaraan dengan PSIS. Saya datang ke sini untuk membantu PSS mencuri angka di Semarang, ” tegasnya.

Bagaimanapun, PSIS tetap menyimpan kenangan tersendiri bagi Herkis. Klub berlogo Tugumuda ini merupakan tim kedua sejak dia memulai karir kepelatihan di awal 2000.  Herkis pun siap memberi kejutan untuk Majesa Jenar.

“Bagaimanapun, PSIS pernah menjadi bagian dalam perjalanan karir saya. Tapi, kali ini saya akan berusaha mengalahkan PSIS,” kata dia.

Legenda eks Galatama Kramayudha Tiga Berlian itu sudah punya formula khusus untuk menjinakkan Fauzan Fajri di Jatidiri. Heri pin enggan membeber nama-nama yang akan menghuni starting eleven PSS. “Kita lihat saja besok, siapa yang paling siap. Yang utama, kami tidak ingin kalah di laga pertama 8 besar, syukur-syukur bisa ambil pon penuh,” pungkasnya. (*)

You might also like

Comments are closed.