M Sirojuddin Munir: Membangun Citra Positif UIN Walisongo

Muhamad Syirojudin Munir. Foto Metrosemarang/Achmad Nurseha
Muhammad Sirojuddin Munir. Foto Metrosemarang/Achmad Nurseha

TUGAS sebagai humas sudah melekat dalam diri Muhammad Sirojuddin Munir. Dengan tantangan yang semakin berat, Humas Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang ini selalu ingin memberikan yang terbaik bagi alumninya.

Menjadi humas UIN Walisongo Semarang bukanlah kali pertama bagi Munir. Di tahun 2008, dia  sudah mulai mengemban tugas itu. Beberapa tahun menjalankan tugas sebagai humas, di tahun 2012 dia dipindah di Fakultas Dakwah sebagai Kepala Kemahasiswaan. Itupun berjalan hanya 5 bulan. Setelah itu, laki-laki asli Semarang, 39 silam ini kembali ditugasi sebagai humas universitas.

“Sebagai humas harus bisa memberikan peran lebih, baik kepada kampus ataupun masyarakat. Artinya, UIN Walisongo adalah kampus Islam terbesar di Semarang, sehingga harus memberikan komunikasi dan relasi pendidikan dengan sudut pandang Islam yang luas ke masyarakat umum,” beber Munir kepada metrosemarang.com, belum lama ini.

Menurutnya, banyak masyarakat yang salah rujukan tentang UIN Walisongo. Tidak sedikit masyarakat umum menganggap UIN Walisongo adalah gudang demo, bahkan ada yang beranggapan mengajarkan Islam keras. “Di situlah tantangan saya, tidak hanya mengejar pencitraan lembaga, tapi juga memahamkan masyarakat tentang visi misi lembaga,” imbuhnya.

Sebagai alumni UIN Walisongo, Munir mengaku selama menjabat sebagai humas masih memiliki kendala yang belum terselesaikan sampai saat ini. Masih banyak anggapan bahwa humas adalah single factor, atau faktor tunggal dari semua permasalahan yang timbul dari luar. Dengan tiga personel, Munir merangkul pihak-pihak fakultas untuk ikut andil dalam permasalahan tersebut.

Bukan proses instan, laki-laki yang bertempat tinggal di Gemah Raya, Pedurungan, Semarang, tersebut bisa seperti sekarang. Andilnya dalam perubahan IAIN menjadi UIN di November lalu merupakan prestasi yang membanggakan. Banyak harapan darinya saat IAIN beralih ke UIN.

“Lembaga ini akan benar-benar menjadi lembaga riset bertaraf internasional, karena itu visi UIN Walisongo Semarang,” tegas laki-laki bertubuh tinggi itu. (ans)

You might also like

Comments are closed.