Macet Total, Imam Harus Tempuh 6 Jam Perjalanan dari Mangkang-Krapyak

Sopir truk memilih mematikan mesin dan keluar dari kendaraan karena terjebak macet. Foto Metrosemarang/Ilyas Aditya
Sopir truk memilih mematikan mesin dan keluar dari kendaraan karena terjebak macet. Foto Metrosemarang/Ilyas Aditya

SEMARANG – Ratusan sopir truk yang terjebak kemacetan panjang di ruas jalur Pantura Kendal-Semarang, Rabu (26/11) memilih memarkir kendaraannya di tengah jalan. Mereka tak bisa berbuat banyak dengan kondisi yang diakibatkan adanya perbaikan jalan di kawasan Tugu dan Krapyak tersebut.

Salah seorang sopir truk Imam Santoso (42) warga Ngaliyan Semarang mengatakan, kemacetan sudah berlangsung sejak pukul 04.00. Dia memilih mematikan mesin karena  sudah hampir 6 jam terjebak, dan selama itu, kendaraannya hanya berjalan beberapa ratus meter saja.

“Saya mau ke Banjarnegara, tapi ngambil barang yang mau diantar dulu di Krapyak. Saya berangkat dari Mangkang jam 4 pagi, dan sekarang belum juga sampai Krapyak,” keluhnya kepada metrosemarang.com, Rabu siang.

Hal senada juga di ungkapkan, Kuswara (50) warga Tangerang Banten. Barang yang dibawanya terpaksa terlambat sampai tujuan karena terjebak macet berjam-jam. “Saya membawa gulungan benang untuk dikirim ke Solo. Kalau kayak gini saya bisa kena marah,” ucapnya.

Selain perbaikan jalan, kemacetan juga diperparah dengan adanya lapisan pasir yang akan digunakan untuk perbaikan memenuhi badan jalan di wilayah Tugu. Pasir tersebut meluber hingga ke jalan akibat hujan deras yang mengguyur Kota Semarang, Selasa (25/11) malam. (yas)

You might also like

Comments are closed.