Maela Senang Anak Pertamanya Lahir di Hari Kabisat

bayi kabisat tugurejo
Bayi pasangan Agus dan Maela uang lahir saat hari kabisat di RSUD Tugurejo. Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad

METROSEMARANG.COM – Maela Nur Hikmah (19) merasakan kebahagiaan yang tak terhingga setelah melahirkan anak pertamanya pada Senin (29/2) pukul 03.00 di RSUD Tugurejo. Dia semakin bahagia ketika ingat jika tanggal kelahiran anaknya tepat saat hari kabisat yang muncul setiap empat tahun sekali.

Saat metrosemarang.com menemuinya di ruang Bugenvill, Maela masih terbaring di tempat tidur. Dia pun mempersilakan media yang akan mewancarainya. “Boleh, nggak apa-apa kalau mau wawancara,” kata Maela mengawali perbincangan.

Didampingi ibunya, Maele menceritakan, sebelumnya bidan sudah memberi prediksi bahwa kelahiran anaknya diperkirakan akhir bulan. Namun, dia tidak menyangka, jika lahirnya bisa tepat di hari kabisat saat ini.

“Dari bidan katanya kemungkinan 29, ya sudah sesuai prediksi,” kata Maela warga Siwarak RT 1 RW 2, Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati.

Minggu sekitar pukul 23.00, Maela mengaku merasakan sesuatu dengan kandungannya. Mengingat kandungannya sudah tua, dia bersama suami Agus Prastowo langsung bergegas ke RSUD Tugurejo agar mendapat penanganan. Tak menggunakan kendaraan khusus, dia hanya diboncengkan suaminya menggunakan sepeda motor.

“Sampai rumah sakit sekitar jam 11 malam, sempat terasa sakit. Jam 3 pagi baru bisa melahirkan,” terangnya.

Mendapat momongan di hari kabisat menjadi keistimewaan sendiri baginya. Melalui persalinan normal, putri pertamanya lahir selamat dengan berat badan 1,8 kilogram. “Ini anak yang pertama, senang soalnya kan gak setiap bayi ulang tahunnya 4 tahun sekali,” ungkapnya sambil tersenyum.

Sementara itu, keluarga lain yang juga melahirkan di bulan kabisat adalah pasangan Novitasari dan Dwi Arinda warga Sawah Besar Raya RT 6 RW 6 Kaligawe Semarang. Putrinya lahir dengan selamat pada Minggu (28/2) pukul 02.15 dengan berat badan 2,7 kilogram. Untuk sementara, Novitasari masih dalam pengawasan dokter sehingga belum bisa diajak berbincang dengan media. (din)

You might also like

Comments are closed.