Mahasiswa KKN Undip Berikan Penyuluhan Inovasi Hasil Perikanan untuk Hadapi MEA

Warga Candirejo menunjukkan hasil inovasi ikan hasil penyuluhan Mahasiswa KKN Undip. Foto: metrosemarang.com/istimewa
Warga Candirejo menunjukkan hasil inovasi ikan hasil penyuluhan Mahasiswa KKN Undip. Foto: metrosemarang.com/istimewa

METROSEMARANG.COM – Menyongsong era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), Tim I KKN Undip Semarang yang bertempat di Desa Candirejo Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang memberikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai inovasi olahan hasil perikanan.

Masyarakat Candirejo dalam kesehariannya bekerja sebagai pembudidaya ikan maupun nelayan yaitu di Rawa Pening, dengan produk utama ikan. Inovasi yang dicontohkan kepada ibu-ibu PKK dalam hal ini adalah Bakso Ikan.

“Hadirnya inovasi dapat menambah nilai yang biasanya hanya dijual dalam bentuk komoditas produk mentah. Oleh karenanya masyarakat selain mengoptimalkan potensi sumberdaya perikanan (eksploitatif) yang ada juga perlu adanya inovasi sebagai penambah nilai jual suatu produksi terlebih-lebih sudah memasuki MEA,” kata Mahasiswa Undip, Hendra Wiguna dalam rilisnya.

Tim KKN yang berjumlah 13 orang juga mengajak masyarakat untuk benar-benar siap dan sigap dalam menghadapi MEA, oleh karenanya masyarakat harus mulai untuk berinovasi guna meningkatkan daya saing perekonomian. Selain nilai jualnya yang lebih tinggi juga kandungan dari bakso ikan ini memiliki nilai gizi yang tinggi.

Hal ini juga bisa menjadi upaya pendukung peningkatan Gizi masyarakat dan  ‘Gemarikan’ Gerakan Makan Ikan yang dicanangkan oleh KKP serta dapat mensejahterakan nelayan yang ada di Rawa Pening atau pembudidaya Candirejo dan sekitarnya.

Selain mengenai inovasi hal lain yang tidak boleh dilewatkan adalah mengenai informasi BPJS, hal ini dirasa penting mengingat akses dan factor sosial ekonomi sangat berpengarung terhadap akses kesehatan. Terlebih-lebih masyarakat dalam hal ini belum begitu mengenal mekanisme penggunaan BPJS. (ade)

 

You might also like

Comments are closed.