Mahasiswa KKN UNDIP Ingatkan Waktu Belajar Melalui Sosialisasi Time Management

*Dampak Pandemi : Kualitas Pendidikan Menurun! 

BATANG, METROSEMARANG.COM – Pandemi Covid-19 berdampak pada berbagai sektor, salah satunya di sektor pendidikan. Yang mana sistem pendidikan yang awalnya tatap muka secara langsung diganti menjadi sistem daring karena kondisi pandemi ini.

Mewabahnya virus corona memaksa masyarakat membatasi diri untuk melakukan kegiatan diluar rumah. Termasuk kegiatan belajar atau sekolah pun harus dilakukan di rumah masing-masing. Pembelajaran secara daring dilakukan oleh berbagai jenjang pendidikan dari tingkat SD, SMP, SMA, bahkan Perguruan Tinggi. Meskipun sudah satu tahun lebih berjalan namun masih banyak siswa yang masih harus menyesuaikan diri untuk melaksanakan sekolah secara daring.

Selama pembelajaran secara daring banyak siswa yang mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi, rasa stres, bahkan rasa jenuh dan bosan karena banyak tugas sekolah yang diberikan oleh guru guna untuk menuntaskan kurikulum semester berjalan. Peran orang tua sebagai pendamping selama kegiatan belajar di rumah terkadang mengalami kondisi yang sama sulitnya. Dimana mereka harus menyesuaikan waktu untuk mengurusi urusan rumah dan membimbing anak untuk belajar. Terkadang malah sering terjadinya adu argument antara orang tua dan anak karena anak susah untuk diajak sekolah daring padahal sudah waktunya ia belajar dan faktor orang tua kelelahan mengurus rumah.

Dampak negatif dari sekolah secara daring adalah kualitas pendidikan yang menurun. Dimana siswa mendapatkan tekanan tinggi karena tugas yang terlalu banyak dan menumpuk, terlalu lama berada di rumah membuat mereka bosan, dan tidak bisa bersosialisasi dengan teman. Hal ini berdampak pada psikologis siswa dan menjadi hal yang menghawatirkan. Saat sekolah secara daring siswa juga kesulitan membagi waktu antara waktu sekolah daring, tugas sekolah yang menumpuk dan harus segera dikerjakan, dan tugas rumah yang harus dilaksanakan. Hal ini terkadang membuat para siswa memilih handphone sebagai hiburan mereka. Namun terkadang mereka lalai akan kewajibannya yaitu bersekolah dan mengerjakan tugas karena keasyikan bermain handphone.  Hal ini membuat tugas semakin menumpuk dan pada akhirnya tidak dikerjakan.

Melihat kondisi seperti ini Mahasiswa KKN TIM II UNDIP, Gama Rossa Romadhoningrum melakukan sosialisasi mengenai Time Management. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran siswa sekolah terutama siswa sekolah dasar di Desa Kepuh untuk bertanggung jawab secara baik terhadap waktu yang mereka gunakan terutama waktu belajar. Dimana Time Management dapat membantu siswa dalam menyusun kegiatan mereka sehari-hari dengan urutan sesuai prioritas mereka agar lebih tertata rapi.

Kegiatan sosialisasi ini dilakukan di Balaidesa Kepuh, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang pada tanggal 22 Juli 2021 dan diikuti oleh 10 anak dari kelas 1 SD – kelas 7 SMP. Dalam sosialisasi tersebut Gama mengenalkan mengenai time management, tips dan trick mengatur waktur, dampak tidak mengatur secara baik, serta memberikan contoh bagaimana menyusun rencana kegiatan sehari-hari sesuai dengan urutan prioritas mereka. Kemudian masing-masing peserta diminta untuk menyusun kegiatan mereka sehari-hari dengan urutan sesuai prioritas mereka masing-masing dan kemudian dihias agar terlihat menarik.

“Masing-masing anak saya minta untuk menyusun kegiatan mereka sehari-hari sesuai dengan prioritas masing-masing,” tutur Gama

Kegiatan sosialisasi ini mendapatkan respon positif dari pemerintah desa, para orang tua, dan anak-anak di Desa Kepuh. Pada saat pelaksanaan sosialisasi anak-anak sangat bersemangat apalagi saat menyusun kegiatan sehari-hari, mereka berlomba-lomba untuk membuat yang terbaik dan serapi mungkin. Para orangtua pun berterima kasih karena dengan adanya kegiatan ini para anak-anak dapat melakukan hal yang positif daripada bermain tidak jelas.

Harapannya dengan adanya kegiatan sosialisasi ini anak-anak Desa Kepuh menjadi lebih sadar dan memahami bagaimana cara mengatur waktu dan bertanggung jawab secara baik terhadap waktu yang mereka gunakan. Sehingga mereka dapat mengatur waktu sesuai porsi dan prioritasnya, kapan waktu belajar dan kapan waktu bermain atau istirahat. Hal ini agar mereka tetap bisa menjalankan kewajibannya yaitu belajar dan mengerjakan tugas, namun dilain sisi tetap mendapatkan waktu untuk bermain agar tidak mengalami stress dan tekanan yang berdampak buruk pada kondisi psikologis mereka.

“Saya berharap dari rencana kegiatan yang telah mereka susun dapat diaplikasikan dikehidupan sehari-hari agar mereka ingat kapan waktu belajar dan kapan waktu bermain,” imbuh Gama.(ris)

You might also like

Comments are closed.