Mainan Seks Ini Lebih Digemari Wanita di Semarang

Ilustrasi
Ilustrasi

SEMARANG – Fenomena sex toys di Indonesia memang bukan lagi hal baru. Di berbagai kota besar pun mudah ditemukan para penjual yang menjajakan aneka Sex toys, dari boneka seks, vibrator, penis mainan atau dildo dan berbagai mainan pembantu pemuas fantasi seks.

Di Kota Semarang sendiri pembelian barang-barang untuk kalangan minoritas tersebut juga tidak dilakukan secara terang-terangan. Sebagaian besar pembeli lebih memilih bertransaksi secara tidak langsung.

Seperti yang diungkapkan Bambang Irawan, salah satu pedagang sex toys di Kota Lumpia. Menurutnya para peminat berbagai produk yang ia jual, lebih memilih bertransaksi melalui  online, tanpa bertemu secara langsung.

“Seringnya pembelian tanpa ketemu langsung, biasanya saya kirim barangnya usai ditransfer uangnya. Padahal pembelinya ada yang dari Semarang juga,” kata Bambang, Minggu (5/4).

Bambang sendiri memang mengaku, selain membuka kios di daerah Kalicari Semarang, ia juga biasa mempromosikan sex toys miliknya melalui situs online. Saat ini hampir lima tahun ia menggeluti bisnis di bidang mainan seks tersebut.

Di sisi lain, saat ditanya siapa saja konsumen yang biasa membeli sex toys di tempatnya, Bambang mengaku pembelinya bervariatif, yakni dari anak ABG hingga wanita dewasa. “Yang paling laku ya dildo, pembelinya wanita remaja hingga dewasa, tapi kadang juga ada laki-laki yang beli boneka full body,” imbuh dia.

Dildo bagi sebagian penggunanya memang dianggap lebih aman. Harganya juga relatif terjangkau. Sedangkan, vibrator yang menawarkan sensasi lebih melalui getaran uang dihasilkan, harganya memang lebih mahal

Sementara, untuk kisaran harga yang yang dipatoknya, Bambang mengaku menjualnya diharga ratusan ribu hingga jutaan rupiah, tergantung jenis barang yang dibeli. “Barang yang saya jual kebanyakan impor dari luar, harga tergantung barangnya, kalau boneka full body bisa sampai Rp 1,5 juta,” tandas pria asal Kudus tersebut. (yas)

You might also like

Comments are closed.