Maju Jadi Wakil Wali Kota, Mbak Ita Diminta Mundur dari BUMD

Mbak Ita bakal mendampingi Hendrar Prihadi di Pilwakot Semarang. Pencalonan itu membuatnya harus menanggalkan jabatannya sebagai Dirut PT SPHC Jateng. Foto: metrosemarang.com/ade lukmono
Mbak Ita bakal mendampingi Hendrar Prihadi di Pilwakot Semarang. Pencalonan itu membuatnya harus menanggalkan jabatannya sebagai Dirut PT SPHC Jateng. Foto: metrosemarang.com/ade lukmono

SEMARANG – Kepastian Hevearita G Rahayu maju dalam Pilwakot Semarang berdampak pada posisinya di PT Sarana Patra Hulu Cepu (SPHC) Jateng. Dia diminta segera menanggalkan jabatannya sebagai direktur utama di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut.

Gubernur Ganjar Pranowo menegaskan, Pemprov Jateng memberi waktu hingga akhir pekan ini agar Ita segera mundur. Menurut Ganjar, pengunduran diri tersebut tidak perlu menunggu sampai adanya penetapan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Dia bilang siap (mundur). Saya juga ndak mau nunggu penetapan KPU,” kata Ganjar usai memimpin Rakor pengendalian pelaksanaan APBD Jateng triwulan kedua di Kantor Gubernur Jateng, Senin (27/7).

Permintaan itu sudah disampaikan Ganjar secara langsung kepada Ita yang juga hadir dalam rakor tersebut. Dalam kesempatan itu, Ita juga diminta untuk merampungkan segala urusan BUMD yang ia pimpin dengan mitra kerjanya.

Gubernur berharap dengan pengunduran tersebut, kinerja BUMD tidak terganggu dan Ita bisa lebih berkonsentrasi terhadap pencalonan dirinya. Sebagai pengganti Ita, Pemprov juga sedang mempersiapkan proses lelang jabatan Dirut PT SPHC Jateng.

Hevearita bakal menjadi pendamping calon petahana Hendrar Prihadi dalam Pilwakot 9 Desember mendatang. Dia berhasil menyisihkan sejumlah kandidat yang berasal dari kalangan akademisi, politisi, hingga pemerhati sosial. (byo)

 

You might also like

Comments are closed.