Maksud Hati Melerai Perkelahian, Faizul Malah Kebedhil Peluru Metal

image
Faizul menjalani perawatan di RSUP Kariyadi Semarang. Foto: Metro Semarang/Ilyas Aditya.

SEMARANG – Sungguh apes kejadian yang dialami Faizul (26), warga RT 01/RW VIII, Kampung Modangan, Blotongan, Sidorejo, Salatiga. Bermaksud melerai teman yang sedang adu mulut dengan beberapa orang yang tak dikenalnya, ia justru harus menjalani perawatan di RSUP Kariadi Semarang setelah terkena tembakan peluru airsoft gun.

Aksi penembakan yang dialami Faizul terjadi di depan tempat karaoke di daerah Sarirejo, Kelurahan Sidorejo Lor, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, pada Sabtu (1/11) malam.

Saat itu, setelah keluar dari tempat karaoke, ia mendapati temannya sedang terlibat cekcok dengan beberapa pria. Ia pun berusaha melerai temannya, namun tak lama kemudian, dia tiba-tiba didatangi dua pria yang diketahui bernama Fajar dan Feri. Tanpa alasan yang jelas, keduanya melakukan pemukulan terhadap korban, sedangkan Fajar tiba-tiba melepaskan tembakan ke arahnya.

” Pas  saya mau  melerai, tiba -tiba saya  malah kena pukul. Salah satu dari mereka juga menembak saya sebanyak dua kali ” tuturnya, Senin (3/11).

Tembakan itu, lanjut dia, hanya berjarak 0,5 meter darinya. Ia sempat kaget dan kebingungan sembari merasakan sakit. “Usai ditembak saya juga masih dipukuli berulang kali, mereka juga mengaku anggota kepolisian,” imbuhnya.

Akibat perbuatan kedua pelaku, dia kini menderita luka cukup serius karena dua peluru metal yang ditembakkan dari pistol jenis airsoft gun masih bersarang di pangkal hidung kiri dan telinga kiri.

“Saya semula dibawa ke RSUD Salatiga pada Sabtu (1/11) kemarin lalu dirujuk ke IGD Bangsal Merak Nomor 8 RSUP Dr Kariyadi. Hasil pemeriksaan dokter, saya harus dioperasi karena dua peluru masih bersarang di wajah saya,” ucap dia, seraya menahan sakit.

Faizul mengaku, tidak terima dengan aksi penembakan yang menimpanya dan meminta polisi mengusut tuntas kasus tersebut. “Meski dua pelakunya sudah diamankan petugas, kami minta kasus ini harus diusut tuntas,” tegasnya.

Sementara, Rupinah (50), ibu korban mengaku sangat kaget dengan kejadian yang menimpa anaknya tersebut. “Saya berharap anak saya cepat sembuh dan kasus ini bisa segera diungkap. Pelakunya harus dihukum,” tandasnya. (Yas)

You might also like

Comments are closed.