Malnutrisi, Bukan Kelaparan Tapi Mematikan Saat Kehamilan

Bisa Karena Gaya Hidup

Setiap 1 jam ada 2 ibu dan 8 bayi baru lahir meninggal di Indonesia. Malnutrisi adalah salah satu penyebabnya.

MALNUTRISI tidak sama dengan kelaparan. Malnutrisi merupakan kondisi yang terjadi saat tubuh tidak mendapatkan asupan gizi yang cukup dan berimbang. Bisa saja orang berbadan tambun namun tidak sehat karena tubuhnya kurang mendapat asupan gizi yang seimbang.

Dalam peringatan Global Malnutrition Awareness Week, 24-28 September tahun ini, United States Agency for International Development (USAID) menyoroti pengaruh malnutrisi pada kehamilan. Lewat USAID Jalin, program USAID yang bertujuan mengurangi angka kematian ibu dan bayi, dikampanyekan pentingnya gizi berimbang pada masa kehamilan.

Malnutrition Awareness Week adalah kampanye multi-organisasi yang bertujuan mengedukasi perawat kesehatan profesional untuk mengidentifikasi dan menangani malnutrisi, mengedukasi masyarakat untuk mendiskusikan status gizi mereka dengan perawat kesehatan, dan meningkatkan peran nutrisi pada pemulihan.

Sumber: nutritioncare.org

Berisiko Kematian

Pada ibu hamil, malnutrisi terjadi ketika ibu tidak mengonsumsi kalori atau asupan gizi yang cukup untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan kehamilannya. Gizi yang harus dipenuhi ibu hamil bukan hanya gizi makro yang terdiri dari karbohidrat, protein dan lemak. Namun juga kecukupan akan gizi mikro seperti zat besi, zinc, vitamin khususnya B12 dan yodium.

Zat besi amat penting bagi ibu hamil. Jika ibu hamil kekurangan zat besi, makai ia bisa menderita anemia yang bisa menyebabkan pendarahan yang bisa berujung pada kematian.

Faktanya, berdasarkan data dari UNICEF di tahun 2010 ada 81% ibu hamil di Indonesia yang menerima tablet penambah darah, dan hanya 18% yang mengonsumsinya selama 90 hari seperti yang dianjurkan.

USAID Jalin adalah program kesehatan ibu dan bayi baru lahir senilai 55 juta dollar Amerika Serikat, dari United States Agency for International Development (USAID). Program ini untuk mengatasi faktor-faktor penyebab rendahnya kualitas kesehatan ibu dan bayi baru lahir yang kompleks dan saling berkaitan.

Dengan membangun pendekatan berbasis data yang efektif, berkelanjutan secara finansial, dan dapat diperluas, serta menghubungkan pemangku kepentingan dari beragam sektor. Jalin ingin menjadi katalisator pergerakan yang berpengaruh, memimpin dan menjaga kesehatan para ibu dan bayi baru lahir di seluruh Indonesia.

 

Bayi Lahir dengan Berat Rendah

Ibu yang tidak mendapatkan asupan gizi yang cukup dan berimbang selama masa kehamilannya berisiko memiliki bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR), yaitu kurang dari 2500 gram. Riset Kesehatan Dasar 2010 di Indonesia mendata prevalensi BBLR diperkirakan mencapai 2,013 dari 18.948 bayi (11,1%).

Pada kenyataan, BBLR sangat mempengaruhi kondisi bayi saat dilahirkan. Dampak BBLR membuat organ tubuh bayi berkembang kurang sempurna, sehingga tidak berfungsi dengan baik dan bisa menghambat pertumbuhan fisik, perkembangan kecerdasan, dan membuat bayi berpotensi mengalami gangguan mental maupun fisik dalam pertumbuhannya. BBLR juga menjadi salah satu penyebab tidak langsung kematian neonatal.

sumber: id.asianparent.com

Malnutrisi Ibu Hamil Bisa Karena Gaya Hidup

Malnutrisi pada ibu hamil tidak hanya disebabkan oleh faktor makanan yang tidak mencukupi asupan gizi yang dibutuhkan. Tetapi beberapa kasus menunjukkan jika gaya hidup yang kurang higienis atau penggunaan air yang tidak bersih dapat mengakibatkan beberapa penyakit seperti diare yang terus menerus dan muntah dapat menyebabkan hilangnya nutrisi vital pada ibu hamil.

 

1000, Angka Istimewa Ibu Hamil dan Bayi

1000 hari pertama kehidupan yang dimulai sejak masa kehamilan, pasca-persalinan hingga sang anak berusia 2 tahun adalah saat yang paling penting dan menentukan bagi kesehatan ibu dan janin yang dikandungnya. Nutrisi yang diasup pada masa tersebut berpengaruh besar terhadap kesehatan secara umum. Selain itu, juga terhadap memori, konsentrasi, kemampuan mengambil keputusan, kecerdasan dan kondisi emosi seorang anak di kemudian hari.

Setiap 1 jam ada 2 ibu dan 8 bayi baru lahir meninggal di Indonesia. Negara Indonesia adalah salah satu negara di ASEAN dengan angka kematian ibu dan bayi baru lahir tertinggi. Malnutrisi adalah salah satu penyebabnya.

Jika ibu hamil lalai dan mengalami malnutrisi pada masa tersebut, maka hilang juga kesempatan sang bayi untuk dapat bertumbuhkembang dengan baik pada kemudian hari.

 

Editor: Eka Handriana
You might also like

Comments are closed.