Mantan Pekerja Sri Ratu Tagih Pesangon

METROSEMARANG.COM – Puluhan pekerja Sri Ratu menuntut pembayaran pesangon atas PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) sepihak oleh perusahaan. Mereka menggelar aksi demontrasi di depan swalayan Jalan Pemuda Kota Semarang, Kamis (29/3).

Para pekerja Sri Ratu dan Anggota KSPN Kota Semarang Semarang melakukan aksi demo menuntut pesangon, Kamis (29/3). Foto: metrojateng.com/masrukhin abduh

Para pekerja melakukan orasi dengan dikawal ketat satuan pengamanan (satpam) Sri Ratu dan Kepolisian. Mereka juga membawa berbagai spanduk dan poster berisi tuntuntan serta beberapa barang seperti galon untuk dijadikan alat musik.

Dalam orasinya, disebutkan perusahaan telah melakukan PHK sepihak terhadap 76 pekerja. Hampir semuanya adalah perempuan yang membantu perekonomian keluarga.

Ketua DPD KSPN Kota Semarang, Heru Budi Utoyo mengatakan, pihaknya melakukan pendampingan terhadap para pekerja Sri Ratu. Pihaknya berharap PT. Sri Ratu Semarang memberikan hak-hak pekerja yang telah di PHK sesuai aturan.

‘’Berikan pesangon bagi pekerja yang ter-PHK sesuai ketentuan Undang-Undang 13/2003, tanpa diangsur atau dicicil. Dan berikan upah selama proses sebagaimana anjuran mediator Disnaker Kota Semarang,’’ ujarnya, sembari menuturkan aksi solidaritas pekerja dan KSPN sudah dilakukan 4 hari sejak Senin (26/3) lalu.

Dijelaskan, para pekerja Sri Ratu telah di-PHK sepihak perusahaan sejak Desember 2017. Mereka telah bekerja di perusahaan selama puluhan tahun. Namun hanya akan diberi pesangon yang tidak sesuai peraturan dan pembayarannya akan dicicil 6 kali.

‘’Tentu bagi para pekerja sangat keberatan dengan kebijakan perusahaan yang melakukan PHK, dan tidak memberikan pesangon tidak sesuai aturan yang ada,’’ katanya.

Sebanyak 76 pekerja tersebut menolak kebijakan perusahaan. Mereka tetap meminta diberikan pesangon sesuai dengan ketentuan UU 13/20013 dan dibayar sekali pada bulan Desember 2017.

‘’Namun perusahaan tidak bersedia memberikan, proses perundingan bipartit juga tidak ada kesepakatan. Hingga mediasi oleh Disnaker Kota Semarang perusahaan dianjurkan untuk membayar sekaligus (tidak dicicil) uang pesangon sebesar 1 kali ketentuan UU 13/2003 penuh dan membayar upah selama proses perselisihan,’’ terangnya.

Pihak pekerja memberi menerima anjuran tersebut. Namun pihak perusahaan justru belum jelas memberikan jawabannya. Sehingga para pekerja yang ter-PHK memutuskan untuk melakukan aksi unjuk rasa setiap hari mulai tgl 26 maret hingga terpenuhi tuntutannya. (duh)

You might also like

Comments are closed.